Karier internasionalnya justru diprediksi akan semakin melesat setelah ia secara resmi ditunjuk memimpin laga Piala Super UEFA 2026 antara Paris Saint-Germain melawan Aston Villa di Salzburg Agustus mendatang. Jam terbang tingginya juga terbukti lewat kesuksesan memimpin laga leg kedua final Liga Champions Afrika yang mempertemukan Pyramids FC dan Mamelodi Sundowns.
Pengalaman pahit ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat dipastikan tidak memadamkan motivasi Artan untuk terus merajut mimpi besarnya. Sambil menatap masa depan, ia kini mengalihkan fokus dan memasang target baru untuk bisa menembus jajaran ofisial Piala Dunia edisi 2030 mendatang.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Grup D Piala Dunia 2026: Paraguay Mencoba Mengulang Prestasi Piala Dunia 2010
Momen Viral Dua Sahabat Gen Z dari Spanyol di Piala Dunia
Gara-gara FIFA, Mesir Kehilangan Lambang Tujuh Bintang di Jersey Timnasnya di Piala Dunia 2026
Jepang Ingin Juara Piala Dunia: Hanya Janji Kosong, atau Akan Membawa Kejayaan bagi Asia?
Suporter Edan! Gowes Sepeda 25.000 Km Demi Mendukung Jerman di Piala Dunia 2026