SportlinkNews - Tim Nasional Korea Selatan mengambil langkah tidak biasa di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Skuad Taegeuk Warriors dilaporkan memboikot sejumlah aktivitas media (Korea) setelah muncul kontroversi yang melibatkan beberapa jurnalis asal negaranya sendiri.
Ketegangan bermula dari sebuah insiden saat sesi latihan tim di kamp pelatihan Guadalajara, Meksiko.
Baca Juga: Dari Gagal Playoff ke Final IBL 2026, Hornbills Wujudkan Transformasi Luar Biasa
Menurut sejumlah laporan media, beberapa awak media Korea Selatan diduga melontarkan komentar bernada mengejek terkait masa dinas militer kapten tim, Son Heung-min, tanpa menyadari bahwa mikrofon mereka masih dalam keadaan aktif.
Percakapan tersebut kemudian terdengar dan memicu reaksi negatif dari lingkungan tim nasional. Saat kejadian berlangsung, Son disebut tengah menjalani latihan terpisah dari rekan-rekannya.
Isu wajib militer memang menjadi topik sensitif di Korea Selatan. Seluruh pria yang memenuhi syarat fisik diwajibkan menjalani masa pengabdian militer sekitar 21 bulan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara terhadap ancaman dari Korea Utara.
Baca Juga: Ambisi Kebangkitan Real Madrid Antonio Rudiger Siap Menyambut Era Baru Jose Mourinho
Meski demikian, pemerintah Korea Selatan memberikan pengecualian bagi atlet yang berhasil meraih prestasi tertentu di level internasional, termasuk medali emas Asian Games atau medali Olimpiade.
Son Heung-min memperoleh hak istimewa tersebut setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas pada Asian Games 2018.
Menyikapi situasi yang berkembang, Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyayangkan tindakan sejumlah perwakilan media tersebut.
Baca Juga: Mimpi Back-to-Back Dewa United Kandas, Julbe Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
"KFA menyatakan penyesalan atas komentar yang tidak pantas yang dilontarkan oleh beberapa awak media selama latihan tim nasional sepak bola di kamp pelatihan Guadalajara," tulis federasi dalam pernyataannya.
Federasi menegaskan bahwa seluruh anggota tim saat ini sedang fokus memberikan performa terbaik untuk mewakili negaranya di panggung Piala Dunia.
Karena itu, mereka menilai insiden tersebut telah menimbulkan kekecewaan besar di dalam skuad.
Baca Juga: Alwi Farhan Puncaki Race to Finals 2026, Lima Wakil Indonesia Masuk Zona Aman
"Kami meyakini para pemain sedang berupaya maksimal untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat," lanjut pernyataan tersebut.
"Namun, bocornya percakapan yang tidak pantas antara beberapa pejabat media di lokasi latihan menimbulkan kejutan dan kekecewaan yang besar bagi tim."
KFA juga meminta media Korea Selatan untuk menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab selama meliput perjalanan tim nasional di Piala Dunia.
Baca Juga: Solbakken Andalkan Ketajaman Erling Haaland di Laga Norwegia vs Irak
Meski memilih membatasi interaksi dengan media lokal sebagai bentuk protes, Korea Selatan tetap harus menjalankan kewajiban media yang telah ditetapkan FIFA selama turnamen berlangsung.
Son sendiri sebenarnya pernah mengikuti pelatihan militer dasar selama tiga minggu pada 2020. Program tersebut mencakup berbagai latihan fisik dan militer, termasuk latihan menembak, simulasi penggunaan gas air mata, hingga pendakian jarak jauh.
Hingga kini belum ada komentar langsung dari Son Heung-min maupun perwakilan media tim Korea Selatan terkait langkah boikot tersebut.
Baca Juga: Redam Dominasi Eropa dan Amerika Selatan, Rapor Tim Asia Belum Terkalahkan
Namun insiden ini menambah dinamika di luar lapangan yang harus dihadapi Taegeuk Warriors di tengah perjuangan mereka pada Piala Dunia 2026.
.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Seragam, Jersei Korea Selatan Gabungkan Kaligrafi Tradisional dan Teknologi Modern
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Asal Korea Selatan Pertama di Persija
Prediksi Korea Selatan Vs Ceko: Pertarungan Sengit demi Tiga Poin Pertama
Korea Selatan 2-1 Ceko: Hwang Inbeom dan Oh Hyeongyu Pastikan Kemenangan Comeback
Pejabat Meksiko Dipecat karena Komentar Rasis Terhadap Streamer Wanita Korea Selatan