SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengeluarkan instruksi tegas kepada manajer Thomas Tuchel, untuk menjauhi isu-isu berbau politik. Mereka meminta juru taktik asal Jerman itu fokus sepenuhnya pada urusan teknis di dalam lapangan.
Kebijakan ini diambil oleh FA demi menjaga kondusivitas internal tim yang akan segera berlaga di Piala Dunia 2026. Langkah tersebut sekaligus menjadi pembatas tegas agar konsentrasi para pemain tidak terpecah oleh polemik di luar stadion.
Pada era sebelumnya, mantan manajer tim nasional Inggris, Gareth Southgate, dikenal sangat vokal dalam menyuarakan berbagai isu sosial dan politik. Ia kerap memanfaatkan posisinya untuk memberikan pandangan pribadi terkait dinamika yang sedang berkembang di Britania Raya.
Baca Juga: Haaland Bersinar di Debut Piala Dunia, Norwegia Hajar Irak 4-1
Beberapa isu sensitif yang pernah dibahas secara terbuka oleh Southgate antara lain adalah dampak politik dari fenomena keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit. Selain itu, ia juga aktif menyuarakan gerakan sosial Black Lives Matter yang sempat memicu perdebatan luas di masyarakat.
Southgate bahkan menjadi sosok utama yang menginisiasi aksi berlutut para pemain tim nasional Inggris tepat sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Aksi simbolis tersebut terus dipertahankan dalam berbagai pertandingan internasional sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi sosial.
Kini, FA secara tegas meminta Tuchel untuk tidak mengikuti jejak langkah yang telah ditinggalkan Southgate tersebut. Mereka menilai keterlibatan manajer dalam isu luar lapangan berpotensi menjadi bola salju yang sulit dikendalikan di kemudian hari.
Baca Juga: Terungkap Selebrasi Baru Mbappe Usai Merobek Gawang Senegal
"Soal Southgate, dia mulai cukup awal dalam karier manajerialnya berbicara tentang politik. Kemudian dia sulit untuk menarik diri dari hal itu," kata Kepala Eksekutif FA, Mark Bullingham dilansir dari Mirror.
Bullingham menilai kecenderungan membahas isu sosial pada akhirnya membuat seorang manajer terjebak dalam pusaran opini publik yang rumit. Oleh karena itu, pembatasan ruang bicara mengenai politik dianggap sebagai langkah preventif terbaik bagi kebaikan tim nasional.
"Kami meninjau situasi tersebut. Pandangan kami saat ini adalah, manajer lebih baik fokus sepenuhnya di lapangan," ucapnya.
Baca Juga: Messi Secara Resmi Memegang Rekor Piala Dunia, 16 Jam Lebih Cepat dari Ronaldo
Pernyataan dari petinggi FA tersebut sekaligus menjadi batasan yang jelas bagi ruang lingkup kerja Tuchel selama menakhodai skuad Tiga Singa. Ia kini diharapkan mampu mengalihkan seluruh energinya demi merancang strategi terbaik guna menghadapi ketatnya persaingan di fase grup.
Tim nasional Inggris saat ini tergabung di Grup L. Harry Kane dan kawan-kawan akan bersaing ketat dengan tiga kekuatan lain, yaitu Kroasia, Ghana, dan Panama.
Artikel Terkait
Hat-Trick Menakjubkan Messi Hancurkan Aljazair
Kongo Bawa Jimat Istimewa Melawan Portugal, Ronaldo Bisa Bikin Gol?
Bukan Latihan Malah Santai di Pantai, Ronaldo dan Portugal Dikritik Habis-habisan
Piala Dunia 2026 Turnamen Aneh Bergaya Amerika, Banyak Penundaan Pertandingan
Akui Sempat Frustrasi Lawan Aljazair, Lionel Messi Sebut Argentina Beruntung Raih Kemenangan