Martinez percaya bahwa masalahnya bukan sepenuhnya kesalahan Ronaldo. Menurutnya, serangan Portugal tidak efektif karena seluruh tim tidak berfungsi dengan potensi penuhnya.
Para gelandang tidak menciptakan cukup ruang, sirkulasi bola tidak cukup cepat, dan tim kurang urgensi di momen-momen krusial.
Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Lepas Hanif Sjahbandi Lebih Awal
"Kita perlu memanfaatkan semua pemain di lapangan. Penyerang perlu beroperasi di dekat area 5,5 meter, dan kita harus mengarahkan bola ke posisi itu."
Pelatih berusia 52 tahun itu menekankan bahwa Ronaldo tetap menjadi salah satu striker andalan tim dan selalu mampu membuat perbedaan dalam satu momen.
Oleh karena itu, ia tidak melihat penggantian Ronaldo sebagai solusi untuk masalah yang dihadapi Portugal melawan Kongo.
"Tidak logis untuk mengeluarkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di dunia dari lapangan dalam pertandingan di mana Anda membutuhkan gol," ungkap Martinez.
Baca Juga: Timnas Voli Putri U-18 Usung Misi Ganda di Thailand, Bidik Final dan Empat Besar
"Dalam momen seperti ini, pengalaman Ronaldo di area penalti sangat penting. Cara dia menarik perhatian bek lawan sangat penting. Kemampuannya untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya juga sangat penting."
Sudut pandang Martinez agak dapat dimengerti. Meskipun berusia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi ikon terbesar sepak bola Portugal.
Ia juga baru-baru ini menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berpartisipasi dalam enam Piala Dunia yang berbeda.
Baca Juga: Messi Secara Resmi Memegang Rekor Piala Dunia, 16 Jam Lebih Cepat dari Ronaldo
Pengalaman, ketenangan, dan kemampuan mencetak gol CR7 masih merupakan sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pemain mana pun di skuad saat ini.
Namun, kekhawatiran untuk Portugal juga semakin meningkat. Banyak pakar percaya bahwa tim tersebut belum menemukan keseimbangan antara memanfaatkan kelas Ronaldo dan menggunakan energi muda dari bintang-bintang seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, dan Rafael Leao.
Ketergantungan yang berlebihan pada CR7 telah menuai kritik bagi Portugal di turnamen besar sebelumnya, dan risiko itu kini muncul kembali.
Artikel Terkait
Pimpin Kontingen Merah Putih, Todotua Diharapkan Wujudkan Prestasi di Asian Games 2026
Tino Livramento Dicoret, Thomas Tuchel Panggil Trevoh Chalobah
Roberto Martinez Isyaratkan Tinggalkan Portugal Usai Piala Dunia 2026
Portugal 1-1 Kongo: Ronaldo Gagal Cetak Gol dari 100% Peluang
Inggris 4 Kroasia 2: Harry Kane dan Bellingham Tebar Pesona