SportlinkNews - Gelombang pengunduran diri pelatih selepas kegagalan di Piala Dunia 2026 kembali berlanjut di fase gugur. Pelatih tim nasional Ekuador, Sebastian Beccacece, menjadi nama terbaru yang memutuskan meletakkan jabatannya setelah langkah timnya terhenti.
Keputusan besar tersebut diambil setelah skuad Ekuador dipastikan tersingkir pada babak 32 besar. La Tri harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Meksiko dengan skor meyakinkan 0-2 di Stadion Azteca, Mexico City, Rabu (1/7) pagi WIB.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Beccacece langsung memberikan pernyataan terkait masa depannya dalam konferensi pers. Pria asal Argentina tersebut menegaskan masa baktinya bersama Federasi Sepak Bola Ekuador memang telah selesai seiring berakhirnya kiprah mereka di turnamen ini.
Baca Juga: Ciuman Hangat Harry Kane Bawa Inggris ke Babak 16 Besar
"Kontrak kami berakhir bersamaan dengan Piala Dunia. Saya rasa kami tidak berhasil mencapai prestasi yang telah kami janjikan: menjadikan Piala Dunia ini sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Hari ini giliran saya untuk mengucapkan selamat tinggal," kata Beccacece, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelum melangkah ke fase gugur, perjalanan Moises Caicedo dan kawan-kawan di fase grup sebenarnya penuh dengan perjuangan keras. Ekuador berhak mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah merebut slot melalui jalur peringkat tiga terbaik.
Kelolosan dramatis tersebut dipastikan berkat kemenangan tipis 2-1 atas tim kuat Jerman pada laga pemungkas Grup E. Hasil positif itu sempat membakar asa publik Ekuador sebelum akhirnya dipertemukan dengan Meksiko di fase krusial.
Baca Juga: Tidak Berani Mengambil Penalti: Momen Lebih Menyakitkan Bagi Jerman daripada Kekalahan
Namun, ambisi La Tri untuk melangkah lebih jauh justru kandas akibat organisasi permainan Meksiko yang jauh lebih solid. Gawang Ekuador harus kebobolan dua kali melalui aksi klinis dari penyerang Julian Quinones dan Raul Jimenez.
Kekalahan menyakitkan ini sekaligus mengubur impian skuad Ekuador untuk mengulangi kejayaan sejarah dua dekade silam. Mereka dipastikan gagal menyamai pencapaian terbaik generasi emas 2006 yang sukses menembus babak 16 besar.
Mundurnya Beccacece dari kursi kepelatihan makin memperpanjang daftar hitam para peracik strategi yang kehilangan pekerjaan di Piala Dunia 2026. Ia tercatat sebagai pelatih keenam yang menyatakan mundur selama turnamen berlangsung.
Baca Juga: Mahalnya Kelewatan, Tiket Menonton Ronaldo vs Kroasia Harganya Rp 306 Juta
Sebelum dinamika Ekuador ini terjadi, beberapa nama besar dari konfederasi lain sudah lebih dahulu mengumumkan perpisahan serupa. Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama yang melepaskan jabatannya setelah gagal membawa Tunisia melangkah jauh.
Langkah Lamouchi kemudian diikuti oleh Steve Clarke yang gagal memenuhi target federasi bersama tim nasional Skotlandia. Selain itu, Miroslav Koubek juga memilih menyudahi kerja samanya dengan Republik Ceko akibat performa buruk di fase grup.
Artikel Terkait
Protes Kartu Merah Balogun, Timnas AS Pertanyakan Standar Ganda FIFA soal Pelanggaran Messi
Jadi Pahlawan Kemenangan Inggris, Harry Kane Tetap Rendah Hati
Rivalitas Tim Super League 2026/27 Semakin Tajam, Rayhan Hannan: Level Kompetisi akan Naik
Krisis Ganda Sepak Bola Jerman, Usai Tersingkir dari Piala Dunia Kantor DFB Digeledah Polisi
Desabre Kecewa Dua Gol Menit Akhir Harry Kane Pulangkan RD Kongo