Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA, secara terbuka menyatakan: "Kartu merah tidak dapat dibatalkan hanya karena panggilan telepon dari kalangan politik," tegasnya.
Sepak bola tidak boleh menjadi arena perebutan kekuasaan politik. FIFA adalah organisasi independen, dia tidak boleh tunduk pada kepentingan politik tertentu. Apalagi jelas-jelas dipakai sebagai panggung politik.
Baca Juga: adidas Luncurkan TRIONDA FINAL, Bola Resmi Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026
Bukan hanya Presiden Persatuan Sepakbola Belgia, Jerman, dan Blatter, kecaman datang dari banyak pihak. Meski secara regulasi FIFA sangat mungkin tidak salah, tapi perlakuan istimewa untuk Amerika ini telah mencederai segalanya.
FIFA sejak dideklarasikan di Paris oleh Robert Guerin, 21 Mei 1904, dengan mengedepankan peraturan yang harus dipatuhi, ternyata telah dicedrai oleh Infantino.
Ya, hanya Infantinolah Presiden FIFA sering keluyuran ke tempat-tempat di mana oleh pendahulunya tabu untuk dilakukan. Infantino sangat sering bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara.
Baca Juga: Tekanan dari Presiden Trump, FIFA Tangguhkan Sanksi Pemain Amerika
Iya juga Presiden FIFA pertama yang menerima uang puluhan juta dolar Amerika untuk pembangunan sepak bola Palestina dari tangan Donald Trump.
Berkali-kali, ia juga menerima telpon dari Trump, salah satunya melahirkan ketidakadilan bagi seluruh anggota FIFA.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
FIFA Kembali Terlibat Skandal VAR Brasil vs Norwegia
Tarian Viking Row Pulangkan Brasil dari Piala Dunia 2026
Persib Kontra Arema FC Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
Kecam Penangguhan Sanksi Balogun, UEFA Sebut Keputusan FIFA Kebangetan
Portugal Runtuh di Waktu Tambahan, Mimpi Piala Dunia Ronaldo Resmi Hancur