Ibrahima Konate Ingatkan Prancis Jangan Fokus pada Lamine Yamal

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 13 Juli 2026 | 19:41 WIB
Lamine Yamal belum fit 100 persen
Lamine Yamal belum fit 100 persen

SportlinkNews - Skuad bertabur bintang tim nasional Spanyol menjadi sorotan utama menjelang laga krusial babak semifinal Piala Dunia 2026 kontra Prancis. Di antara deretan nama besar La Furia Roja, sosok penyerang muda Lamine Yamal menjadi figur yang paling diwaspadai oleh lini pertahanan lawan.

Pernyataan kewaspadaan tersebut dilontarkan langsung bek Prancis, Ibrahima Konate, menjelang bentrok kedua tim. Kendati mengagumi talentanya, ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa ancaman Spanyol tidak hanya bertumpu pada pemain berusia 18 tahun itu.

Prancis sedikit diunggulkan di atas kertas berkat produktivitas lini depan yang dipimpin penyerang tajam Kylian Mbappe. Pemain Real Madrid tersebut sejauh ini telah mengemas 8 gol dan memimpin daftar topskor sementara bersama megabintang Argentina, Lionel Messi.

Baca Juga: Hatsune Miku Sulap Papan Catur Jadi Lebih Artistik Lewat Enam Figur Ikonik

Di sisi lain, kolektivitas Spanyol menjadi senjata utama yang berpotensi menggagalkan ambisi Prancis untuk kembali menembus partai puncak. Kemampuan para pemain La Furia Roja untuk memecah kebuntuan terbukti menjadi pembeda di fase gugur.

Gelandang serang Mikel Merino menjadi contoh nyata efektivitas strategi tersebut. Ia sukses menjadi pahlawan kemenangan Spanyol secara berturut-turut saat menumbangkan perlawanan ketat Portugal dan Belgia.

"Kami tidak hanya berpikir untuk menghentikan Lamine Yamal. Spanyol adalah tim yang luar biasa dengan banyak talenta individu," kata Konate.

Baca Juga: Misteri Semifinal Impian, Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol: Mahakarya FIFA 

"Tujuan kami bukan hanya untuk fokus pada satu pemain, karena seluruh pemain di Spanyol dapat menimbulkan kerusakan," Konate menambahkan.

Kontribusi gol Yamal di Piala Dunia 2026 memang baru menyentuh angka satu gol akibat kendala kebugaran pascacedera. Namun, perlahan tapi pasti, bintang muda Barcelona tersebut mulai kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya di lapangan.

"Permainan menyerang Spanyol cukup luar biasa. Tetapi saya pikir itu adalah upaya kolektif, dari gelandang hingga bek. Apa yang mereka lakukan luar biasa. Sungguh menakjubkan," ucapnya.

Baca Juga: Bocor Konfrontasi Messi dan Wasit Saat Argentina Menang Kontroversial

Konate juga memberikan peringatan ekstra terkait skema serangan balik cepat serta tekanan tinggi yang konsisten diterapkan Spanyol. Apalagi, Yamal memiliki rekam jejak emosional sebagai aktor utama yang menyingkirkan Prancis pada Piala Eropa 2024 lalu.

Statistik mencatat Spanyol berhasil memenangkan tujuh pertandingan babak gugur terakhir di turnamen besar. Di luar babak adu penalti, mereka bahkan hanya menelan satu kekalahan dari 27 laga kompetitif sejak Piala Dunia 2018.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mbappe dan Lamal Bertemu Lagi

Senin, 13 Juli 2026 | 11:45 WIB
X