SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bergerak cepat merespons kegagalan tim nasional mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih baru. Arsitek taktik berusia 71 tahun tersebut resmi diangkat hanya empat hari setelah Selecao das Quinas disingkirkan oleh Spanyol.
Jesus menggantikan posisi Roberto Martinez yang dipecat akibat performa mengecewakan sepanjang turnamen akbar tersebut. Penunjukan mantan pelatih Al Nassr ini sekaligus memicu spekulasi besar mengenai kelanjutan karier internasional sang kapten, Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sebelumnya sempat memberikan isyarat kuat Piala Dunia 2026 bakal menjadi panggung penutupnya. Kendati demikian, Jesus menegaskan tidak akan ada hak istimewa yang diberikan kepada pemain berusia 41 tahun tersebut.
Baca Juga: Hatsune Miku Sulap Papan Catur Jadi Lebih Artistik Lewat Enam Figur Ikonik
"Dia adalah simbol sepak bola Portugal. Saya sangat senang pernah bekerja dengannya dan sangat mudah melatihnya, selama dia memahami batasannya dan saya juga memiliki batasan dalam mengambil keputusan," kata Jesus dikutip dari Marca.
Pernyataan tegas tersebut menjadi sinyal awal tidak akan ada perlakuan khusus di dalam ruang ganti Portugal. Kebijakan ini sekaligus menegaskan otoritas penuh Jesus dalam menentukan komposisi pemain tanpa intervensi nama besar.
Walau menekankan kedisiplinan, Jesus menolak argumen yang menyebut faktor usia sebagai alasan utama untuk memarkir pemilik lima gelar Ballon d'Or itu. Berdasarkan catatan medis sewaktu di Arab Saudi, kondisi fisik Ronaldo dinilai masih sangat kompetitif.
Baca Juga: Misteri Semifinal Impian, Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol: Mahakarya FIFA
Ronaldo terbukti belum pernah mengalami cedera serius dan tetap konsisten menunjukkan daya jelajah yang luar biasa di lapangan. Ia tercatat masih mampu berlari sejauh delapan kilometer per laga dengan kecepatan menembus 25 kilometer per jam.
Namun, Jesus memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan final terkait masa depan Ronaldo. Agenda pertemuan privat telah dijadwalkan guna menyelaraskan visi bermain antara pihak kepelatihan dengan sang penyerang legendaris.
"Saya akan berbicara empat mata dengannya terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang sebenarnya dia inginkan. Setelah itu barulah saya akan mengambil keputusan," ujarnya.
Baca Juga: Bocor Konfrontasi Messi dan Wasit Saat Argentina Menang Kontroversial
Karakter keras dan tanpa kompromi memang sudah melekat erat pada diri Jesus sepanjang karier kepelatihannya. Ia dikenal sangat berani mendepak pemain bintang jika dinilai tidak mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kolektivitas tim.
"Saya sudah melatih dua pemain terbaik di dunia. Saya tidak akan melatih yang ketiga, yaitu Lionel Messi. Saya pernah melatih Cristiano Ronaldo dan Neymar," ucapnya.
Artikel Terkait
Roberto Martinez Mundur dari Timnas Portugal, Penggantinya Mantan Bos Ronaldo
Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Roberto Martinez Dituding Jadi Biang Keladi Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026
Rodri Minta Maaf Usai Provokasi Bernardo Silva pada Laga Portugal vs Spanyol
Amerika Serikat dan Portugal Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok