Mitos Keberuntungan di Balik Jersei Biru Navy Argentina Kontra Inggris

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 14 Juli 2026 | 20:55 WIB
Legenda Maradona mencetak dua gol mengantar kemenangan Argentina atas Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.
Legenda Maradona mencetak dua gol mengantar kemenangan Argentina atas Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.

SportlinkNews - Tim nasional Argentina dipastikan turun mengenakan seragam tandang berwarna biru navy pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 kontra Inggris. Keputusan pemilihan warna seragam ini memicu spekulasi luas di kalangan penggemar karena adanya dugaan faktor takhayul yang menyertainya.

Laporan dari BBC menyebutkan Argentina baru satu kali menggunakan jersei tersebut sepanjang turnamen. Seragam biru navy itu sebelumnya dikenakan saat tim memetik kemenangan 3-1 atas Yordania di babak penyisihan grup.

Sepanjang perjalanan menuju babak semifinal, skuad Albiceleste lebih sering mengenakan seragam utama dengan motif garis vertikal biru muda dan putih. Perubahan warna seragam yang akan dikenakan di Atlanta Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB, kini menjadi perhatian khusus bagi publik sepak bola dunia.

Baca Juga: Jalani Latihan Perdana, Luka Menalo Mengaku Terkesima dengan Antusiasme Warga Bandung

Penggunaan seragam biru navy dalam laga krusial ini sejatinya dipengaruhi oleh regulasi perangkat pertandingan yang ditetapkan oleh FIFA. Argentina secara teknis berstatus sebagai tim tamu dalam laga melawan Inggris, sehingga protokol pemilihan kit harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Namun, media lokal di Argentina justru mengaitkan keputusan ini dengan mitos sejarah pertemuan kedua negara di masa lampau. Terdapat keyakinan warna biru navy memiliki keberuntungan tersendiri bagi tim saat berhadapan dengan lawan tradisional mereka, Inggris.

Catatan sejarah menunjukkan Argentina berhasil menumbangkan Inggris dengan skor 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 1986. Dalam laga bersejarah tersebut, skuad Argentina tercatat menggunakan seragam tandang berwarna biru navy.

Baca Juga: Balsa Sekulic Mendapatkan Bantuan dalam Beradaptasi di Skuat Persib

Kejayaan serupa juga dirasakan Tim Tango saat menyingkirkan Inggris melalui babak adu penalti pada 16 besar Piala Dunia 1998. Pada kesempatan tersebut, Argentina kembali memilih untuk mengenakan seragam tandang biru navy sebagai identitas mereka.

Sebaliknya, nasib kurang beruntung justru dialami Argentina saat mengenakan seragam kebesaran biru langit dan putih ketika bersua Inggris. Momen tersebut terjadi pada fase grup Piala Dunia 2002, dengan menelan kekalahan tipis 0-1.

Kekalahan menyakitkan pada 2002 itu terjadi akibat gol penalti tunggal yang dicetak oleh kapten Inggris, David Beckham. Laga tersebut hingga saat ini tercatat sebagai pertemuan resmi terakhir antara kedua negara di Piala Dunia.

Baca Juga: Lautan Perahu Dayung Viking Membanjiri Para Pahlawan Norwegia

FIFA pada dasarnya mewajibkan setiap negara untuk tetap menggunakan warna utama jersei mereka dalam setiap pertandingan resmi. Namun, langkah preventif harus segera dilakukan jika terjadi benturan warna identitas di antara kedua tim yang akan bertanding.

Pihak otoritas sepak bola dunia menilai adanya potensi kesamaan warna dasar putih pada jersei utama Inggris dan Argentina dalam laga nanti. Oleh karena itu, salah satu tim harus mengalah atau mengganti warna seragam utama guna menghindari kebingungan visual di lapangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Empat Skenario Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:59 WIB

Jadwal Piala Dunia Hari Ini: Prancis vs Spanyol

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:35 WIB
X