"Kalau Argentina menjadi juara, ada pemain-pemain yang pernah bekerja bersama saya dan saya akan ikut bahagia. Begitu juga dengan Prancis. Portugal juga memiliki pemain-pemain yang sangat saya sukai dan saya menikmati hubungan dengan mereka," ia melanjutkan.
Baca Juga: Gary Neville Jengkel dengan Komentar Thomas Tuchel Tentang DNA Inggris
Sudut pandang objektif ini mempertegas Guardiola lebih menghargai aspek kualitas individu dibandingkan ikatan emosional terhadap sebuah bendera negara. Di sisi lain, ia tetap melihat adanya potensi besar bagi skuad Spanyol untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Menurut analisisnya, peluang juara skuad asuhan Luis de la Fuente akan sangat ditentukan oleh stabilitas sektor krusial di lini tengah. Kehadiran sosok jenderal lapangan seperti Rodri dinilai menjadi kunci utama dalam mengendalikan ritme permainan La Furia Roja tersebut.
"Jika Rodri mampu menguasai lini tengah bersama Pedri, dan Lamine bisa tampil maksimal, maka Spanyol bisa membuat perbedaan," ujar Guardiola.
Selain membedah peta kekuatan tim dunia, Guardiola turut membuat pengakuan mengejutkan mengenai satu-satunya penyesalan terbesar selama berkarier sebagai pelatih top Eropa. Ia menyebut nama bintang Brasil, Neymar, sebagai sosok yang paling disesalinya karena tidak pernah berada di bawah asuhannya hingga saat ini.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Euforia Piala Dunia 2026, Nama Haaland Meroket di Bayi Peru
Bidik Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Inggris Incar Rekor Terbaik 60 Tahun
FIFA Dobrak Tradisi, Juara Piala Dunia 2026 Bakal Dianugerahi Cincin Eksklusif
Demi Suporter, Didier Deschamps Tegaskan Prancis Wajib Tekuk Inggris
Lionel Scaloni Klaim Sudah Kantongi Cetak Biru Permainan Spanyol Sejak Lama