SportlinkNews - Inggris berhasil mengamankan medali perunggu setelah menumbangkan perlawanan sengit Prancis pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini sekaligus menuntaskan dahaga prestasi terhebat armada Tiga Singa dalam kurun waktu 66 tahun.
Pertandingan perebutan tempat ketiga yang berlangsung sangat ketat tersebut digelar di Stadion Miami Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7) pagi WIB. Laga tersebut tuntas dengan skor 6-4.
Dominasi total langsung diperagakan oleh Harry Kane dan kawan-kawan sejak peluit pertama dibunyikan. Lini serang Inggris tampil sangat efektif dengan menggelontorkan empat gol tanpa balas sepanjang paruh pertama laga.
Baca Juga: Statistik Menarik Perjalanan Spanyol dan Argentina di Piala Dunia 2026
Gelandang Declan Rice membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan tiga menit melalui skema serangan terencana. Papan skor kembali berubah setelah Ezri Konsa mencetak gol kedua pada menit ke-18, diikuti dua gol beruntun Bukayo Saka sebelum turun minum.
"Kami bermain brilian di babak pertama dan sebuah turbulensi terjadi di babak kedua. Anda dapat melihat bagaimana pemain tetap tampil maksimal meski kami begitu lelah sejak pekan lalu," kata Tuchel usai laga.
Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut secara terbuka memberikan apresiasi tinggi atas daya juang yang ditunjukkan seluruh anak asuhnya. Kesuksesan mempertahankan keunggulan di tengah tekanan dinilainya sebagai bukti kematangan mental para pemain profesional.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Scaloni Puji Spanyol sebagai Tim Luar Biasa Tapi Argentina Ingin Meraih Kemenangan
Respons positif yang diperlihatkan skuad saat menghadapi situasi sulit di lapangan menjadi catatan krusial bagi sang arsitek taktik. “Pujian yang sangat besar dan rasa hormat penuh terhadap mentalitas yang kami tunjukkan setelah melalui kesulitan," ucapnya.
Pencapaian peringkat ketiga ini setidaknya mampu membasuh sedikit luka atas kegagalan Inggris menembus babak final turnamen. Ekspektasi tinggi publik untuk melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi juara dunia terpaksa harus tertunda kembali.
Bagaimanapun kondisinya, kemenangan atas tim sekaliber Prancis dinilai memiliki urgensi yang sangat tinggi bagi masa depan Inggris. Tambahan motivasi ini sangat krusial untuk membangkitkan kembali moral bertanding para pemain pascakekalahan menyakitkan di babak semifinal.
Baca Juga: Persija Jalani Program Pemusatan Latihan di Thailand, Shin Tae-yong Bantah Absen di Piala Presiden
Tuchel menegaskan determinasi tinggi yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan memberikan dampak psikologis yang sangat positif. “Melihat pertarungan tim seperti ini memberi Anda energi.”
Rasa kecewa akibat gagal melaju ke partai puncak diakuinya masih akan membekas dalam ingatan seluruh anggota tim. "Kelelahan akan datang setelahnya. Kami masih akan merasakan sakitnya besok saat final. Rasa sakit itu masih ada, ini akan memakan waktu cukup lama, namun secara keseluruhan ini memberi saya lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan."
Artikel Terkait
Soroti Ancaman Lionel Messi, Iniesta Desak Spanyol Pertahankan Kepercayaan Diri
Jude Bellingham Pemain Inggris Pertama yang Mencetak Tujuh Gol dalam Satu Piala Dunia
Ungkapan Penyesalan Kylian Mbappe untuk Didier Deschamps
Didier Deschamps Akui Kesalahan Strategi pada Babak Pertama Kontra Inggris