Namun, juara dunia itu pun tidak sepenuhnya tidak bersalah, karena gelandang Barcelona, Gavi, juga didakwa dengan tuduhan perilaku tidak sportif.
Pernyataan FIFA mengatakan: “Komite Disiplin FIFA telah menerima laporan dari Jaksa Disiplin dan Etika yang ditunjuk mengenai insiden yang terjadi selama final Piala Dunia FIFA 2026 (Spanyol vs Argentina) dan, mengikuti rekomendasi yang terkandung di dalamnya, telah membuka proses disiplin – untuk potensi pelanggaran pasal 14 ayat 1 i) Kode Disiplin FIFA (penyerangan) – terhadap pemain Argentina Nahuel Molina (dua dakwaan, satu berhasil dan satu percobaan) dan Leandro Paredes (tiga dakwaan) dan wasit Argentina Roberto Ayala (satu dakwaan).
Baca Juga: Manchester United Kembali dengan Warna Biru untuk Seragam Tandang 2026/27
“Proses disiplin juga telah dibuka – untuk potensi pelanggaran pasal 14 ayat 1 b) Kode Disiplin FIFA (perilaku tidak sportif) – terhadap pemain Argentina Nahuel Molina (satu dakwaan) dan Thiago Almada (satu dakwaan) dan pemain Spanyol Pablo Martin Paez Gavira (satu dakwaan).”
FIFA menyimpulkan dengan mengatakan bahwa mereka yang dituduh melakukan kesalahan memiliki kesempatan untuk menyampaikan posisi mereka, yang kemudian akan diikuti oleh keputusan komite disiplin.
Menurut kode disiplin FIFA, jaksa disiplin dan etika memiliki wewenang untuk memberlakukan larangan global.
Baca Juga: Juara Liga Europa Aston Villa Siap Guncang Jakarta
FIFA menjatuhkan sanksi larangan kepada mantan presiden federasi sepak bola Spanyol, Luis Rubiales, berdasarkan klausul yang sama setelah ia mencium Jenni Hermoso di bibir setelah kemenangan mereka di final Piala Dunia Wanita melawan Inggris.
Luis Suarez juga dilarang selama empat bulan karena menggigit Giorgio Chiellini selama pertandingan antara Uruguay dan Italia di Piala Dunia 2014.
Argentina didenda £20.000 pada tahun 2014 setelah para pemain membentangkan spanduk dengan teks yang sama seperti di turnamen ini sebelum pertandingan persahabatan melawan Slovenia.
Baca Juga: Ditahan Port FC, Persija Kembali Gagal Menang di Piala Presiden 2026
FIFA dapat memberikan sanksi larangan bermain kepada para pemain yang memegang spanduk setelah kemenangan atas Inggris, yaitu Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Giovani Lo Celso.
Rodri dan Alvaro Morata sama-sama dikenai larangan bermain satu pertandingan pada tahun 2024 setelah meneriakkan "Gibraltar adalah Spanyol" menyusul kemenangan La Roja atas Inggris di Kejuaraan Eropa.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Investigasi Terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina Tidak Terkait dengan Piala Dunia 2026
Boikot Piala Dunia 2030 Argentina, Begini Reaksi FIFA
ASEAN Championship 2026: Myanmar Bangkit, Andersen Sebut Mentalitas Jadi Kunci Kemenangan
Vivin: Talent Pool Sepak Bola Putri Indonesia Berkembang Pesat
Media Singapura Bandingkan Nguyen Xuan Son dengan Erling Haaland
Persib Diuntungkan Perubahan Jadwal AFC, Vietnam Kehilangan Dua Juara Piala AFF