SportlinkNews - Kegagalan Thailand meraih trofi Piala AFF 2026 meninggalkan kekecewaan mendalam. Pelatih Anthony Hudson menilai anak asuhnya tampil lebih dominan sepanjang dua laga final melawan Vietnam.
Kekalahan agregat 2-4 memastikan skuad Thailand harus puas kembali berada di posisi runner-up. Hasil minor tersebut memperpanjang catatan buruk pasukan Gajah Perang usai menelan kekalahan serupa dari lawan yang sama pada edisi 2024.
Langkah Thailand untuk membalikkan kedudukan pada leg kedua di Hanoi sebenarnya sempat membuka harapan besar. Tim tamu tampil agresif sejak awal laga dan mampu unggul dua kali melalui gol Yotsakorn Burapha serta Wanchai Jarunongkran.
Baca Juga: Arema FC Terus Perbaiki Permainannya, Marcos Santos: Kami akan Jauh Lebih Baik Lagi
Vietnam berhasil menyamakan skor 2-2 memanfaatkan dua kesalahan fatal barisan pertahanan Thailand. Gol balasan tuan rumah tercipta akibat aksi bunuh diri kiper Chatchai Budprom serta antisipasi buruk Wanchai Jarunongkran.
Momen krusial Thailand untuk menyamakan agregat sebenarnya tercipta melalui titik putih pada awal babak kedua. Eksekusi penalti Kakana Khamyok justru melambung jauh di atas mistar gawang.
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik kehancuran mental para pemain Thailand hingga akhir laga. Skor imbang 2-2 di Hanoi melengkapi kekalahan 0-2 yang mereka derita pada leg pertama di Bangkok.
Baca Juga: Alfharezzi Buffon Pindah ke Dewa United dengan Status Pinjaman
Rasa penyesalan mendalam disampaikan sang pelatih karena gagal mempersembahkan gelar juara bagi para pendukungnya. Hudson menegaskan bahwa kualitas permainan timnya sepanjang dua laga final sangat layak mendapatkan apresiasi lebih.
"Menurut saya, para pemain layak mendapatkan hasil lebih baik dari dua laga ini. Saya tidak tahu apakah kami akan memenangkan partai final, tetapi kami punya peluang bagus dalam dua laga tersebut," ujar Hudson.
Permainan Thailand dinilainya tetap terlihat dari segi kualitas skema serangan. Ia memuji performa anak asuhnya yang sanggup menciptakan banyak peluang berbahaya.
Baca Juga: Persebaya Tutup Pemusatan Latihan di Thailand, Kondisi Fisik Pemain Kembali Prima
"Orang mungkin punya pendapat berbeda, namun kami adalah tim yang lebih baik dalam dua laga itu. Pada babak pertama malam ini, kami memainkan sepak bola yang fantastis dan menciptakan sejumlah peluang. Kami sangat efektif saat menyerang di sepertiga akhir lapangan," katanya.
Rasa frustrasi tidak dapat disembunyikan Hudson lantaran momentum kebangkitan timnya sirna begitu saja. Ia merasa sedih karena gagal mengantar skuadnya menuntaskan misi pembalasan dendam atas kekalahan edisi sebelumnya.
Artikel Terkait
Defisit Dua Gol, Hudson Tetap Yakin Thailand Bisa Balikkan Keadaan di Leg 2 Final ASEAN Championship
Tekanan Ada di Vietnam, Thailand Siap Tampil Tanpa Beban pada Final Leg Kedua Piala AFF
ASEAN Championship 2026: Vietnam Pertahankan Takhta Asia Tenggara, Thailand Kembali Jadi Runner-up
Madam Pang Janjikan Evaluasi Total Usai Thailand Gagal Piala AFF 2026