SportlinkNews - UEFA mengambil langkah hukum terhadap badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, dan presidennya, Gianni Infantino.
Langkah ini diambil setelah rencana pemimpin asal Swiss-Italia tersebut untuk menjual sebagian hak kepemilikan dalam Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya gagal terlaksana.
Menurut laporan BBC Sport, meskipun badan pengatur sepak bola Eropa itu telah membatalkan ancaman boikot terhadap turnamen-turnamen mendatang, proses hukum pidana kini tengah ditempuh.
Baca Juga: Undian Liga Champions: Fabregas Kembali ke Barcelona Bersama Como
UEFA Bertindak Melawan Infantino Terkait Rencana Piala Dunia
BBC Sport melaporkan bahwa sejumlah dokumen menunjukkan adanya permohonan dari UEFA untuk mendapatkan akses terhadap bukti dan dokumen yang akan digunakan dalam proses hukum melawan FIFA dan Infantino.
Dalam dokumen-dokumen tersebut, UEFA menuding Infantino merancang rencana itu demi keuntungan pribadi serta keuntungan investor swasta. Isi permohonan tersebut berbunyi:
"Pada kenyataannya, hal itu merupakan sarana bagi Infantino dan lingkaran kecilnya untuk memperoleh kepemilikan permanen serta mengambil keuntungan dari aset-aset paling berharga FIFA, yang merugikan FIFA, para anggotanya, dan pihak-pihak lain dalam keluarga besar sepak bola.
Baca Juga: Prediksi Fase Grup Liga Champions: Man Utd Hadapi Mimpi Buruk Usai Hasil Undian Mengerikan
"Infantino memaksakan persetujuan internal FIFA atas rencana tersebut hanya beberapa hari sebelumnya dalam rapat yang diadakan secara terburu-buru, di mana sejumlah pejabat manajemen dan karyawan FIFA yang terbatas—yang beberapa di antaranya bahkan belum pernah mendengar tentang rencana tersebut—hanya diberi waktu beberapa jam untuk menyetujui skema bernilai miliaran dolar yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Organisasi tersebut juga mengklaim bahwa saham-saham itu akan dijual dengan harga terlalu murah karena tidak pernah diverifikasi secara independen.
"Berdasarkan ketentuan yang diumumkan Infantino, para investor tersebut berpotensi memperoleh kepentingan finansial permanen dalam unit komersial FIFA senilai $4,2 miliar; angka ini menyiratkan nilai perusahaan (enterprise value) yang sangat rendah, yakni hanya sekitar $20 miliar—sebuah angka yang bukan merupakan hasil lelang terbuka dan kompetitif, ataupun angka yang telah diuji oleh penilai independen mana pun."
Baca Juga: Persib Matangkan Persiapan, Waspadai Serangan Balik Manila Digger
UEFA berpendapat bahwa ke-55 anggotanya akan dirugikan oleh skema tersebut. Saat ini, mereka sedang mengajukan permohonan ke pengadilan di Florida—tempat rencana Piala Dunia 2026 mulai dijalankan—untuk mendapatkan akses ke dokumen hukum yang dapat mereka gunakan dalam proses pidana di Swiss.
Menurut UEFA, rencana tersebut telah dikembangkan dalam waktu yang lama, namun tanpa sepengetahuan para pemangku kepentingan utama dalam dunia sepak bola.
Artikel Terkait
Presiden FIFA Memuji Vietnam: Kemenangan yang Layak, Atmosfer Sepak Bola Luar Biasa
Target Arsenal Masuk Daftar Incaran Milan Jika Rafael Leao Dijual
Penampakan Seragam Ketiga Manchester City Garapan Penggemar Gunakan AI Creator
Chelsea Tes Kiper Argentina, Harganya Lebih Murah dari Kapten Timnas Jay Idzes
Hajar KO Orang Dewasa, Moses Itauma Disejajarkan dengan Mike Tyson