Verdonk mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin antara dirinya dan NEC.
Baca Juga: Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia, Ole Romeny Optimistis Raih 6 Poin Lawan China dan Jepang
Ia menilai klubnya cukup terbuka jika suatu saat ada peluang bagi keduanya untuk berpisah dengan cara yang saling menguntungkan.
“NEC juga siap untuk berpikir bersama. Kami telah memperlakukan satu sama lain dengan baik selama bertahun-tahun,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini tidak pernah menyulitkan klub dalam hal apapun, dan jika kesempatan itu datang, ia akan mempertimbangkannya dengan bijak.
Baca Juga: Knicks Gagal Comeback di Gim Kedua Final Konferensi, Kandas 109-114
“Saya juga tidak pernah bersikap sulit,” katanya.
Lebih lanjut, Verdonk menyampaikan pandangannya mengenai realita dunia sepak bola profesional.
Baginya, saat karier sebagai pesepak bola telah menjadi pekerjaan, pendekatan terhadap pilihan klub pun berubah.
Baca Juga: Kevin Mendoza dan Luizinho Passos Pamit Mundur dari Persib Bandung
“Ketika Anda masih muda, Anda bermain karena menyukainya."
"Tapi pada akhirnya, itu menjadi pekerjaan Anda, dan Anda memandangnya secara berbeda,” jelasnya.
Meski sadar bahwa pernyataannya mungkin tidak populer di mata sebagian pendukung klub, Verdonk merasa realistis dengan situasi yang dihadapi para pemain profesional.
Baca Juga: Inter Milan Lupakan Gelar Scudetto, Incar Gelar Bergengsi Liga Champions
“Orang-orang mungkin tidak suka mendengarnya karena mereka ingin Anda tetap di klub. Tapi mereka tidak akan membantu Anda menghasilkan uang,” tutupnya.