SportlinkNews - Suasana hati paling baik terjadi ketika Kevin Diks--pemain naturalisasi Indonesia - bertemu Tipsbladet dan pers tertulis setelah kemenangan FC Copenhagen.
"Ini adalah perasaan yang luar biasa. Saya akan membiarkannya meresap, tetapi ini adalah hari yang fantastis," kata Kevin Diks dalam wawancara usai laga, dikutip media lokal Tipsbladet.
Bek timnas Indonesia itu tampil sebagai pahlawan dalam laga penentu gelar Liga Denmark 2024/25.
Baca Juga: Update Cedera Kevin Diks dan Sandy Walsh Jelang Laga Timnas Indonesia
Kevin Diks mencetak satu gol lewat titik penalti dan membantu FC Copenhagen menggerus FC Nordsjaelland 3-0 di Stadion Parken, Minggu 25 Mei 2025.
Kemenangan tersebut memastikan Copenhagen finis sebagai juara dengan total 63 poin, unggul satu angka dari pesaing terdekat, FC Midtjylland.
Bagi Kevin Diks itu adalah malam yang istimewa. Ia awalnya tidak diperkirakan akan bermain dalam laga penting itu karena baru kembali dari cedera.
Namun ia telah bekerja keras di lapangan latihan dan masuk dalam skuat untuk pertandingan terakhir musim. Tapi, tidak dengan prospek banyak waktu bermain seperti yang direncanakan.
Baca Juga: Venezia 2-3 Juventus: Bianconeri Amankan Posisi Empat Besar
Jadi ketika Gabriel Pereira harus meninggalkan lapangan sebelum turun minum dan Kevin Diks harus beraksi, itu merupakan sedikit kejutan bagi pemain Indonesia tersebut.
"Aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Kami mengadakan pertemuan dan saya diberitahu bahwa saya ada di bangku cadangan tentu saja. Saya bahkan bukan pilihan kedua atau ketiga untuk masuk. Pelatih tidak menyangka saya bisa bermain begitu lama. Dan saya pun tidak," ungkap Kevin Diks
"Namun saya masuk dan kami mendapat tendangan penalti. Saya memberi tahu pelatih bahwa saya siap, lalu Neestrup berkata, "Baiklah, kamu ambil saja," kata Kevin Diks kepada pers.
Baca Juga: Bilbao 0-3 Barcelona: Lewandowski Cetak Gol ke-27, tapi Masih Kalah dengan Mbappe
Bagaimana rasanya kembali bangkit?
"Ketika Neestrup mengatakan saya harus masuk, saya berpikir, “ah, masih pagi!” Sejujurnya, saya tidak siap selama beberapa menit, tetapi dalam pertandingan medali emas, Anda siap secara mental, jadi tubuh mengikuti, kata pemain bertahan itu, seraya menambahkan bahwa tubuh terasa baik."