Bahkan jika Iran masuk Grup A dan bermain di Kanada atau Meksiko, tahapan berikutnya dalam fase gugur hampir pasti akan berlangsung di AS.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Targetkan Juara ASEAN Cup U-23 2025 untuk Timnas Indonesia
Situasi ini membuat partisipasi Iran menjadi tanda tanya besar.
Media China juga menyoroti bahwa Amerika memiliki pengaruh besar terhadap keputusan-keputusan penting FIFA.
Jika FIFA akhirnya mencoret Iran, maka akan ada slot kosong yang harus diisi.
Baca Juga: Duet Rezaldi-Hamra Lengkapi Deretan Pemain Bersaudara di Skuat Persib
Di sinilah Timnas China merasa memiliki posisi yang cukup kuat.
Dengan peringkat yang relatif tinggi di putaran ketiga, mereka yakin dapat dipertimbangkan sebagai pengganti.
China juga membandingkan situasinya dengan alasan AFC memilih Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah putaran keempat, yakni karena keduanya memiliki peringkat lebih baik.
Baca Juga: Piala Dunia Antarklub:Messi Ngambek Meski Inter Miami Lolos ke 16 Besar
Dengan logika serupa, China merasa wajar jika mereka mendapatkan "tiket cadangan" ke putaran final apabila Iran didiskualifikasi.
Meski demikian, publik China juga menyoroti dilema moral jika benar mendapat tempat melalui jalur seperti ini.
Beberapa pihak mempertanyakan apakah pantas merayakan keikutsertaan yang bukan diraih melalui kemenangan di lapangan.
Baca Juga: Mantan Pemain Juventus Ini Yakin Flamengo Mampu Bersinar di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Di sisi lain, tak sedikit pula yang melihatnya sebagai peluang kebangkitan untuk sepak bola nasional.