SportlinkNews - Pemerintah Vietnam resmi mengesahkan perubahan besar dalam undang-undang kewarganegaraan yang diperkirakan bakal berdampak signifikan terhadap peta persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Kebijakan ini memungkinkan proses naturalisasi berjalan jauh lebih mudah, tanpa persyaratan ketat seperti yang diberlakukan sebelumnya.
Langkah radikal ini diumumkan setelah Majelis Nasional Vietnam menyetujui revisi hukum kewarganegaraan yang mulai berlaku per 1 Juli 2025.
Baca Juga: Arema Tunjuk Marcos Santos Jadi Pelatih Baru Singo Edan untuk Mengarungi Liga 1 2025/26
Aturan baru ini menghapus kewajiban calon warga negara untuk fasih berbahasa Vietnam dan tinggal dalam waktu tertentu di negara tersebut, dua syarat utama yang sebelumnya menjadi hambatan dalam proses naturalisasi.
Selain itu, Vietnam juga untuk pertama kalinya memperkenalkan kebijakan kewarganegaraan ganda.
Artinya, individu yang menjadi warga negara Vietnam tidak perlu melepaskan kewarganegaraan aslinya.
Baca Juga: Erling Haaland Cetak Gol ke-300 ke Gawang Juventus di Piala Dunia Antarklub 2025
Proses pendaftaran juga kini bisa dilakukan langsung melalui kedutaan Vietnam di negara tempat tinggal mereka.
Perubahan ini sangat relevan bagi komunitas diaspora Vietnam, yang dikenal dengan sebutan Viet Kieu.
Mereka yang memiliki hubungan keluarga langsung di Vietnam, seperti pasangan, anak, orang tua, atau kakek-nenek, kini bisa menjadi warga negara Vietnam tanpa hambatan berarti.
Bahkan, mereka yang pernah berkontribusi atau memberikan bantuan khusus bagi negara bisa dikecualikan dari tes bahasa, masa tinggal, dan syarat pekerjaan.
Kebijakan ini muncul di tengah performa menurun tim nasional Vietnam di kawasan Asia Tenggara.