2. Jhon Arias vs Trevoh Chalobah
Playmaker Kolombia itu telah menjadi salah satu bintang yang bersinar di Piala Dunia Antarklub, setelah memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan Michelob Ultra Superior dalam tiga pertandingan Fluminense.
Dengan Martinelli yang diskors saat melawan Chelsea, Arias diharapkan menjadi titik fokus lini serang Fluminense.
Arias (27 tahun) bisa dibilang merupakan pemain yang terlambat berkembang dalam karier profesionalnya, tetapi ia menemukan bentuk permainannya di waktu yang tepat.
Baca Juga: Tiket Semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA Tak Laku, FIFA Terpaksa Turunkan Harga 35 Kali
"Ia menerima banyak pujian yang memang pantas ia dapatkan dan itu membuatnya semakin percaya diri, karena ia mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Ia menjalani turnamen yang hebat," kata pelatih Fluminense Renato Gaucho kepada FIFA.
Dengan Levi Colwill yang juga diskors untuk Chelsea, Tosin Adarabioyo diharapkan bermitra dengan Trevoh Chalobah di jantung pertahanan The Blues.
Chalobah merupakan ancaman yang sama besarnya di lini serang maupun di lini pertahanan, dengan umpannya yang membantu Palmer untuk mencetak gol pembuka melawan Palmeiras di perempat final.
Baca Juga: Atlet, Waspadalah! 5 Makanan Sehat Tidak Seperti yang Terlihat
Chalobah telah menunjukkan betapa pentingnya dirinya bagi Enzo Maresca setelah dipinjamkan selama satu musim ke Crystal Palace sebelum dipanggil kembali pada bulan Januari.
Pemain internasional Inggris tersebut akan bertekad untuk tetap menjadi bagian dari skuat Chelsea musim depan dan penampilan yang mengesankan melawan Arias akan sangat membantu mengamankan masa depannya di klub tersebut.
Hercules vs Moises Caicedo
Hercules sekali lagi menunjukkan kekuatannya dengan mencetak gol penentu bagi Fluminense saat melawan Al Hilal untuk melaju ke babak semifinal.
Baca Juga: Jurnalis Malaysia Terus Terang Soal Naturalisasi Pemain Harimau Malaya Kurang Transparansi
Itu menjadi gol kedua gelandang bertahan berusia 24 tahun itu dalam dua pertandingan.
Hercules telah berperan sebagai pemain pengganti yang luar biasa bagi Fluminense selama pertandingan puncak global tersebut.
Namun, pengaruhnya begitu besar sehingga ia dapat diturunkan sebagai pemain inti saat melawan Chelsea, di mana ia akan berusaha untuk melanjutkan performa gemilangnya dalam mencetak gol.