internasional

Catatan Menjelang Final Piala Dunia Antarklub 2025: Yang Datang dan Pergi Bersama Chelsea FC dan PSG

Kamis, 10 Juli 2025 | 14:05 WIB
David Luiz dan Thiago Silva saat berseragam PSG (FIFA)

Tampil sepuluh kali dan mencetak satu gol. Hal itu cukup meyakinkan Arsene Wenger untuk membawanya ke London bersama rival sekota Chelsea, Arsenal.

Namun, Anelka bukanlah orang yang akan bertahan lama di klub tersebut. Setelah dua musim di London dan satu musim di Madrid, Anelka kembali ke Paris.

Kembalinya Anelka ke PSG disambut meriah, bahkan ia diangkat menjadi kapten, tetapi setelah satu musim ia kembali berpindah klub.

Baca Juga: Stadion Brawijaya Terus Berbenah Menyambut Gelaran Super League 2025/26

Antara musim panas 2001 dan 2008, pemain Prancis ini bermain untuk empat klub, tiga di antaranya di Liga Primer, sebelum akhirnya pindah ke Stamford Bridge.

Di sana, ia membentuk duet penyerang yang tangguh bersama Didier Drogba dan, setelah empat musim, meninggalkan klub dengan medali juara Liga Primer dan Piala FA (2), serta penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak musim 2008/09.

George Weah
Satu-satunya orang Afrika yang memenangkan penghargaan Ballon d’Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA, serta salah satu pemain terhebat di generasinya, George Weah merupakan kekuatan dominan di lini depan PSG selama tiga musim.

Baca Juga: Ribuan Penggemar Tril Tumplek di Arisan Tril Tua, Aktris Poppy Sovia Kepincut Trek Offroad

Pemain Liberia ini mencetak 32 gol, termasuk satu gol indah melawan FC Bayern München, dan memenangkan Ligue 1, dua Coupe de France, dan satu Coupe de la Ligue. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak Liga Champions UEFA edisi 1994/95.

Di tahun-tahun terakhirnya, Weah dipinjamkan dari AC Milan ke Chelsea, di mana ia hanya tampil 11 kali.

Namun, Weah sangat dikenang di London Barat, terutama karena mencetak gol pada debutnya melawan rival sekotanya, Tottenham Hotspur, dan membantu The Blues mengalahkan Aston Villa di Piala FA 1999/00.

Baca Juga: Kalender LaLiga 2025/26 Resmi Diumumkan, Catat Duel Penting Klub Favorit

Thomas Tuchel
Manajer asal Jerman ini tetap menjadi satu-satunya manajer yang mencapai final Liga Champions UEFA berturut-turut dengan dua klub berbeda.

Tuchel tiba di PSG setelah dua musim yang mengesankan bersama Borussia Dortmund, perempat finalis Piala Dunia Antarklub.

Di Paris, ia menerapkan skema latihan yang lebih giat dan, didorong oleh perekrutan Kylian Mbappe, memimpin Paris meraih rekor poin terbanyak sebelum Natal, dan akhirnya memenangkan Ligue 1 di musim pertamanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB