Namun, hal ini tak meredakan kekecewaan para suporter.
Baca Juga: Jelang Laga Perdana Super League Pemain Persija Menyambangi Markas Jakmania
Dalam petisi yang dikutip dari Bild, fan Fortuna menyebut bahwa komentar dan sikap Weissman bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut klub.
“Menandatangani kontrak dengan pemain seperti ini bisa merusak kredibilitas klub dan komunitas pendukung yang menjunjung tinggi keberagaman serta etika,” bunyi pernyataan dalam petisi tersebut.
Merespons desakan tersebut, Fortuna Düsseldorf akhirnya menyatakan mundur dari negosiasi.
Baca Juga: Persis Solo Siap Jalani Super League 2025/26, Peter de Roo: Kami Memiliki Pramusim yang Baik
Melalui pernyataan resmi di akun media sosial, pihak klub menyampaikan, “Kami telah mempertimbangkan perekrutan pemain tersebut secara intensif, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkannya.”
Tak lama kemudian, Weissman menyampaikan klarifikasi lewat akun X miliknya.
Ia menyebut bahwa tindakannya dilakukan dalam kondisi emosi yang dipengaruhi peristiwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
“Sebagai warga Israel dan atlet yang mewakili negara saya, memang penting untuk mengecam kekerasan terhadap pihak mana pun,” ujar Weissman.
“Namun saya tidak akan membiarkan diri saya dicap sebagai penyebar kebencian hanya karena tiga likes dan satu komentar yang sudah saya hapus.”
Di luar kontroversi ini, Weissman dikenal sebagai striker tajam saat membela Wolfsberger AC di Liga Austria musim 2019-2020.
Baca Juga: Persib Perkuat Sektor Pertahanan Menjelang Laga Perdana Super League 2025/26 Melawan Semen Padang FC
Ia mencetak 30 gol dalam 31 laga liga dan total 37 gol di semua kompetisi, melebihi catatan Erling Haaland di musim yang sama.