SportlinkNews - The New Strait Times secara terbuka menunjukkan bahwa olahraga Malaysia mencari keberhasilan pinjaman dengan mencoba menaturalisasi sejumlah atlet asing untuk mempersiapkan SEA Games ke-33.
The New Strait Times menganalisis Ketika tim nasional Malaysia turun ke lapangan menghadapi Vietnam Juni lalu, sembilan dari 11 pemain di susunan pemain inti lahir di luar negeri atau berdarah campuran.
Sebagai perbandingan, lebih dari empat dekade lalu, satu-satunya pemain impor tim ini adalah Razali Alias.
Baca Juga: Pemain Naturalisasi Malaysia Angkat Bicara di Tengah Dugaan Dokumen Palsu
Namun, ia bukan berasal dari Eropa atau Amerika Selatan, melainkan hanya warga negara Singapura dan belum pernah bermain untuk Malaysia di turnamen resmi.
Kembali ke masa kini, skuat asuhan pelatih Peter Cklamovski memiliki skuat yang membuat seluruh Asia Tenggara iri.
Mereka diperkuat oleh Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Facundo Garces, dan Imanol Machuca... Semua berkontribusi pada kemenangan telak 4-0 atas Vietnam, yang membuka lebar peluang untuk berpartisipasi di Piala Asia 2027.
Publikasi tersebut meyakini bahwa kemenangan 4-0 the Tigers baru-baru ini telah menciptakan dampak yang mendorong cabang olahraga Malaysia lainnya untuk melakukan naturalisasi.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Naturalisasi Malaysia, Minta FIFA Tinjau Ulang tapi Singgung Timnas Indonesia
"Setelah kesuksesan tim sepak bola putra, cabang olahraga Malaysia lainnya mengikuti jejak yang sama. Bola basket juga mengalami naturalisasi. Asosiasi Bola Basket Malaysia berharap tiga paspor baru akan dicap tepat waktu untuk SEA Games ke-33, termasuk Tychique Bosango dari Republik Kongo, Joseph Obasa dari Nigeria, dan Aalia Carlson dari Amerika Serikat."
Rencananya? Untuk menjembatani kesenjangan tinggi dan kekuatan, memenangkan medali, dan mungkin meningkatkan standar bagi atlet lokal dengan bermain bersama pemain asing yang unggul dalam segala hal.
Malaysia juga telah melakukan naturalisasi atlet di cabang loncat indah, atletik, dan tenis meja.
Baca Juga: Tim Voli Putri U21 Vietnam Gunakan Pemain Ilegal, FIVB Tegas Batalkan Semua Kemenangan
Naturalisasi atlet bukanlah hal baru. Banyak negara di dunia telah mengadopsinya. Dua kemenangan Qatar di Piala Asia 2019 dan 2023 ditandai oleh pemain-pemain naturalisasi. Tim atletik Bahrain didominasi oleh pemain-pemain Afrika Timur.
The New Strait Times juga menyindir Indonesia dan Filipina. Kebangkitan sepak bola Indonesia bergantung pada para pemain keturunan Belanda, sementara tim basket Filipina mengandalkan banyaknya talenta Amerika.