Perjalanan Bubista tidak selalu mulus. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Tanjung Verde gagal melangkah jauh dan tersingkir di ronde kedua.
Baca Juga: IBL Rilis Regulasi 2026: Pertahankan Format Home and Away, Komposisi Pemain Diperbarui
Namun, perlahan mereka menunjukkan peningkatan performa di Piala Afrika, berhasil mencapai babak 16 besar pada 2021 dan perempat final pada 2023.
Kegagalan mereka lolos ke Piala Afrika 2025 sempat membuat posisi Bubista digoyang, tetapi federasi tetap bersikap sabar.
Keputusan itu terbukti tepat, karena The Blue Sharks menebus kegagalan tersebut dengan pencapaian lebih besar: tiket Piala Dunia pertama dalam sejarah.
Baca Juga: Bukayo Saka Pecahkan Rekor Gol yang Bertahan 86 Tahun dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
BBC mencatat bahwa kepercayaan federasi terhadap Bubista menjadi faktor kunci kesuksesan ini.
“The Blue Sharks telah mendapat manfaat dari stabilitas di bangku cadangan, dengan pelatih yang memimpin sejak Januari 2020,” tulis BBC.
Mereka menilai tim Tanjung Verde tampil kompak, terorganisasi, serta memiliki pertahanan kuat dan serangan tajam.
Selain faktor kepemimpinan Bubista, kekuatan tim juga bertumpu pada pemain diaspora.
Hampir seluruh pemain Tanjung Verde saat ini berkarier di luar negeri karena kualitas kompetisi domestik yang masih terbatas.
Banyak di antara mereka bermain di liga top Eropa seperti Belanda, Portugal, dan Turki.
Baca Juga: Dewa United Siap Meladeni Permainan Madura United FC di Banten International Stadium
Bubista pun mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan tersebut.