Pemain di balik sundulan brutal itu muncul di hadapan Kejaksaan di Maldonado pada hari Senin.
Pengacaranya mengklaim bahwa ledakan amarah itu bermula dari persaingan yang telah berlangsung lama antara kedua pria tersebut.
Pengacara tersebut mengatakan kliennya "menyesali tindakannya, telah meminta maaf kepada wasit secara langsung, dan bersedia menanggung biaya pengobatannya."
Baca Juga: Presiden FIFA Tiba di KL, Surat Kabar Malaysia Berharap Sesuatu yang Manis
Jaksa Dr. Ana Roses telah membuka penyelidikan dan diperkirakan akan secara resmi mendakwa pemain tersebut atas cedera pribadi yang diperparah.
Alfredo Isnardi, presiden Liga Promosi Maldonado, menyebut serangan itu sebagai "tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Ia juga menyatakan bahwa pemain tersebut akan dilarang bermain di sepak bola Maldonado — dan di seluruh Uruguay.
Sebagai bentuk solidaritas, Liga Utama Maldonado dan serikat wasit setempat telah menangguhkan sisa musim sebagai bentuk protes.
Sementara itu, tindakan disipliner terhadap San Lorenzo kini sedang dipertimbangkan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)