SportlinkNews - Bos Johor Darul Ta’zim (JDT) sekaligus Tunku Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim, menegaskan bahwa dirinya tidak bisa disalahkan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen tempat lahir tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Pernyataan itu disampaikan TMJ dalam konferensi pers pada Sabtu (25/10/2025), yang digelar untuk memberikan klarifikasi atas polemik yang sedang dihadapi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Kasus ini mencuat setelah FIFA menemukan kejanggalan pada dokumen naturalisasi yang diajukan oleh FAM.
Baca Juga: El Clasico Perdana, Marcus Rashford Siap Bawa Barcelona Taklukkan Real Madrid
Dalam dokumen yang dikirimkan ke FIFA, tercatat bahwa tempat lahir kakek-nenek dari tujuh pemain tersebut berada di wilayah Malaysia.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan bahwa dokumen asli justru menyebutkan asal-usul mereka dari sejumlah negara di kawasan Amerika Latin.
Perbedaan data itu membuat FIFA menilai adanya unsur pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi.
Baca Juga: Terima Kasih Pejuang Bela Diri Kaltim!
Akibatnya, FAM dan para pemain terkait pun mendapat sorotan tajam dari publik serta sanksi dari otoritas sepak bola dunia tersebut.
Namun, TMJ menolak anggapan bahwa dirinya terlibat langsung dalam kesalahan administratif itu.
Ia menegaskan bahwa kesalahan yang terjadi bukan berasal dari keputusan dirinya sebagai pimpinan, melainkan karena kelalaian staf administratif di tubuh FAM.
Baca Juga: MotoGP Malaysia: Bagnaia Dihantam Masalah Teknis, Alex Marquez Raih Podium Utama di Sepang
“Tentu saya membantu dengan cara biasa, tetapi ketika sampai pada urusan detail dokumen, saya bukan kerani (staf administratif),” ujar TMJ seperti dikutip dari siaran konferensi pers.
“Kesalahan teknis yang disebut sebagai pemalsuan oleh FIFA, saya tidak yakin itu benar. Itu hanya pendapat saya.”