Kendati demikian, Darby menilai para pemain tersebut hanyalah korban dari sistem yang bermasalah.
Baca Juga: Garuda Muda Siap Tempur Kontra Honduras U-17, Nova: Lolos Bukan Satu-Satunya Tujuan
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada pada pihak yang memfasilitasi dan mengatur proses naturalisasi secara tidak sah.
“Saya turut prihatin kepada para pemain."
"Investigasi ini harus difokuskan untuk mencari dalang di balik skandal tersebut, bukan menghukum para pemain yang menjadi korban,” kata Darby.
Baca Juga: Sassuolo Bungkam Atalanta 3-0, Jay Idzes Jadi Tembok Kokoh di Lini Belakang
Lebih lanjut, Darby menilai bahwa perilaku curang seperti ini berpotensi menghancurkan kepercayaan publik terhadap sepak bola Malaysia.
Ia menegaskan bahwa olahraga ini harus dibangun atas dasar kejujuran dan transparansi, bukan manipulasi.
“Begitu kepercayaan penggemar hilang, maka fondasi sepak bola itu sendiri ikut runtuh,” ungkapnya.
Baca Juga: Lionel Messi Kembali Rasakan Main Bareng Kakak-Adik, Kali Ini Mac Allister Bersaudara
Darby juga mengingatkan bahwa skandal semacam ini bukan hal baru bagi sepak bola Malaysia.
Ia mengingatkan publik akan kasus pengaturan pertandingan pada 1994, yang membuat banyak pemain, wasit, dan ofisial dilarang seumur hidup.
Kini, skandal pemalsuan dokumen naturalisasi menjadi babak baru dari krisis yang berulang.
Baca Juga: Realistis, Indonesia Hanya Targetkan 120 Emas di ASEAN Para Games 2025
Menurut Darby, akar dari permasalahan ini terletak pada kelemahan sistem dan manajemen sepak bola nasional.