SportlinkNews - Menjelang ASEAN Para Games 2025 di Thailand, Indonesia mengambil langkah realistis.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, menegaskan bahwa untuk penyelenggaraan kali ini kontingen Merah Putih tidak menargetkan juara umum seperti dua edisi sebelumnya.
Senny menjelaskan, keterlambatan dan keterbatasan anggaran untuk training camp (TC) menjadi faktor utama penurunan target.
Baca Juga: Lionel Messi Kembali Rasakan Main Bareng Kakak-Adik, Kali Ini Mac Allister Bersaudara
Dengan waktu persiapan yang hanya dua bulan, ia mengakui performa maksimal Indonesia nanti kemungkinan hanya mencapai posisi runner-up.
"Jelas target kita di Thailand mungkin tidak bisa seperti kemarin-kemarin. Kami sangat sedih karena anggaran TC datang terlambat dan waktunya terbatas," ucapnya usai bertemu Menpora di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 10 November 2025.
"Olahraga itu butuh konsentrasi dan latihan yang betul. Kalau cuma dua bulan, kami merasa belum mampu untuk jadi juara umum," ujar Senny menambahkan.
Baca Juga: Hasil Review Cabor: Menpora Bidik 82-90 Emas, Indonesia Incar Tiga Besar di SEA Games 2025
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) tim Indonesia, Reda Manthovani, menyebut target yang dipasang untuk ASEAN Para Games kali ini adalah sekitar 120 medali emas.
Angka tersebut jauh di bawah capaian luar biasa Indonesia di dua edisi terakhir, yakni 175 emas di Solo 2022 dan 159 emas di Kamboja 2023.
"Dengan persiapan dua bulan, target realistis kami adalah 120 emas. Kami mohon doa restunya agar target ini bisa tercapai,” kata Reda.
Baca Juga: Ekspor Industri Alat Olahraga Naik 24,7 Persen, KONI Respon Positif
Menpora Erick Thohir menilai target tersebut sudah tepat dan proporsional.
Ia menyebut, Thailand sebagai tuan rumah tampil sangat agresif dengan target sekitar 174 medali emas, sehingga posisi kedua menjadi sasaran yang paling realistis bagi Indonesia.
"Melihat peta kekuatan, Indonesia realistis menargetkan posisi kedua. Penting bagi kita untuk terbuka dan tidak malu mengakui kondisi yang ada. Itu jadi dasar untuk introspeksi dan memperkuat kebersamaan ke depan," ujar Erick.
Baca Juga: Chivu: Inter Tidak Mudah Mempertahankan Tekanan Tinggi yang Agresif
Dengan waktu persiapan yang terbatas dan persaingan ketat dari tuan rumah, Indonesia kini fokus pada strategi yang lebih efektif dan efisien.
Tujuannya agar tetap mampu mempertahankan posisi elite pada ASEAN Para Games 2025 yang digelar 20–26 Januari mendatang di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Artikel Terkait
NPC Indonesia Perkenalkan CdM Indonesia untuk Paralimpiade Paris 2024
PT Bayan Resources Support Perjuangan Atlet NPC Indonesia
NPC Indonesia Siapkan Program Pencarian Potensi Baru di 38 Provinsi, Atlet Terpilih Akan Jalani Pemusatan Latihan di Solo
Dobrak Batas, NPC Indonesia Deteksi Potensi Calon Atlet dengan Sejumlah Alat Canggih
Hasil Review Cabor: Menpora Bidik 82-90 Emas, Indonesia Incar Tiga Besar di SEA Games 2025