SportlinkNews - Mali U-22 datang ke Indonesia bukan sekadar menjalani laga uji coba biasa.
Pelatih mereka, Fousseni Diawara, menegaskan bahwa dua pertandingan melawan Timnas Indonesia U-22 akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang mereka dalam membangun generasi baru sepak bola Mali.
Diawara menjelaskan bahwa kesempatan bertanding di Indonesia merupakan lanjutan dari program yang sudah mereka mulai sejak Juni, ketika skuat mudanya tampil di Turnamen Toulon di Prancis.
Baca Juga: Tiga Pemain Diaspora Dipulangkan, Ini Penjelasan Indra Sjafri untuk Timnas U-22 Indonesia
"Kesempatan ini memungkinkan kami mempertahankan dinamika yang kami mulai pada bulan Juni. Ini membantu kami melanjutkan program, melihat pemain baru, dan menilai perkembangan mereka," ujar Diawara dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, di Jakarta, Jumat kemarin, 14 November 2025.
Karena itu, dua uji coba kontra Indonesia dimanfaatkan bukan untuk mengejar kemenangan semata, melainkan untuk membentuk identitas kolektif dan mentalitas baru dalam skuat muda Mali.
"Tujuannya adalah membangun. Kami ingin membangun tim U-23 ini, mengembangkan generasi baru," tegasnya.
Baca Juga: Aldi Satya Mahendra dan Juara Dunia Moto3 Bergabung di AS Racing Team untuk Musim 2026
Kami datang bukan tanpa tujuan. Pertandingan seperti ini penting untuk membawa pemain muda kami ke level tertinggi," tutup Diawara.
Tim Mali disebut memiliki beberapa pemain yang tampil di kompetisi top Eropa, termasuk pemain yang dibina oleh Manchester United, pemain yang membela Stade Brestois di Ligue 1 Prancis, hingga talenta lain yang berkarier di klub besar.
Meski begitu, Diawara menegaskan bahwa nama besar bukan fokus utama.
Baca Juga: Islam Makhachev Diprediksi Tampil Beringas di UFC 322 Lawan Jack Della Maddalena
"Yang menarik bagi kami adalah menciptakan kelompok yang kuat, identitas kolektif, mentalitas. Kualitas pemain sudah ada, tapi tujuan kami adalah membawa mereka ke level tinggi secara bersama-sama."
Sementara itu, jelang laga uji coba melawan Timnas Indonesia U-22, Diawara mengaku tidak terlalu asing dengan sepak bola Indonesia.
Saat menangani Guinea U-23, ia pernah menghadapi Indonesia pada playoff Olimpiade Paris 2024 dan menang tipis 1–0.
Baca Juga: Nicolo Bulega Kembali Membalap di MotoGP, Bakal Bertemu Rivalnya di WorldSBK Pada Sesi Tes Valencia
Selain itu, ia mengaku juga memantau perkembangan sepak bola Indonesia dan bahkan mengetahui bahwa beberapa pemain Mali telah tampil di kompetisi Indonesia.
"Saya sudah tahu Indonesia, sepakbolanya berkembang pesat. Suasananya luar biasa dengan stadion penuh dan fans yang antusias. Itu langsung menarik perhatian saya."
Laga uji coba internasional ini akan berlangsung dua kali pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Kab. Bogor.