internasional

Federasi Sepak Bola Malaysia Terancam Dikenai Tuntutan Tambahan: FIFA Selidiki 4 Negara Terkait Penain Naturalisasi Bodong

Selasa, 25 November 2025 | 09:49 WIB
Selain Malaysia, kasus pemain naturalisasi bodong juga melibatkan hukum Argentina, Brasil, Belanda, dan Spanyol.

Sportlinknews - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghadapi risiko diselidiki oleh empat negara lain atas pemalsuan dokumen naturalisasi pemain.

Dalam laporan terperinci mengenai skandal penipuan naturalisasi pemain Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), badan pengatur sepak bola dunia (FIFA) telah merekomendasikan penyelidikan di lima negara.

Selain Malaysia, kasus ini juga melibatkan hukum Argentina, Brasil, Belanda, dan Spanyol.

Baca Juga: FIFA Series 2026: Indonesia akan Bertemu Tim Eropa, Afrika, Amerika, dan Ocenia

“Itu tergantung pada otoritas kami. Bagaimana jika kami tidak menemukan apa pun, tetapi keempat negara lain menyimpulkan sebaliknya? Maka skornya akan menjadi 4-1. Dalam sepak bola, skor seperti itu berarti kami kalah,” kata Ridzuan Sheikh Ahmad, mantan wakil presiden FAM.

Dalam laporannya yang diterbitkan pada 18 November, Komite Banding FIFA merekomendasikan agar Sekretariat memberi tahu otoritas investigasi kriminal yang berwenang di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia.

Komite Banding menilai bahwa tindakan tersebut diperlukan, mengingat sifat dan keseriusan tindakan tersebut — terutama terkait pemalsuan dokumen resmi.

Baca Juga: Surat Kabar Argentina Ungkap Detail Skandal Sepak Bola Malaysia

“Pemalsuan dokumen merupakan tindak pidana di negara-negara terkait, dan pemberitahuan kepada otoritas yang berwenang penting untuk penyelidikan dan penuntutan pidana jika diperlukan,” tulis FIFA dalam alasannya.

Selain itu, Ridzuan juga mengatakan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia perlu mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat, termasuk keputusan untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah laporan terperinci dirilis oleh Komite Banding FIFA.

"Siapa pun bisa berbuat salah, dan kita harus mengakui kesalahan kita. Jadi, terima saja hukumannya," imbuhnya dilansir dari Berita Harian.

Baca Juga: Bermain Olahraga Remaja Dikaitkan dengan Kesehatan Mental yang Lebih Baik pada Orang Dewasa

"Kita tidak bisa melawan FIFA. Mereka lebih berkuasa, data mereka ada di mana-mana. Kalau kita ke CAS dan kalah lagi, kita akan semakin malu, jadi bahan tertawaan, dan hukumannya bisa lebih berat lagi," Ridzuan melanjutkan.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini

Nasib Tragis N'Golo Kante di Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:17 WIB