Masih berdasarkan laporan yang sama, AFF sejatinya sempat menawarkan solusi dengan memindahkan lokasi pertandingan ke negara netral seperti Laos atau Vietnam.
Baca Juga: Update Klasemen Liga Primer Inggris: Man City Terus Mepet Arsenal
Namun, opsi tersebut tidak menemukan titik temu lantaran Svay Rieng selaku tuan rumah disebut enggan menanggung biaya tambahan akibat pemindahan venue.
Bangkok United pun tetap bersikukuh pada keputusannya untuk tidak mengizinkan tim bertanding di Kamboja.
Bahkan, klub tersebut dikabarkan siap menerima segala konsekuensi yang diberikan AFF, termasuk kemungkinan sanksi atau kekalahan walkover dari Svay Rieng.
Baca Juga: Nottingham Forest 3 Tottenham 0: Dihancurkan Mantan Target Callum Hudson
Situasi ini turut berdampak pada Pratama Arhan yang merupakan bagian dari skuad Bangkok United.
Meski demikian, bek kiri Timnas Indonesia itu sejauh ini belum pernah masuk dalam daftar pemain Bangkok United yang tampil di ajang ASEAN Club Championship.
Di klasemen sementara Grup B, Bangkok United saat ini berada di peringkat kelima dengan koleksi satu poin dari dua pertandingan.
Baca Juga: Xabi Alonso Bereaksi Terhadap Keputusan Tidak Penalti saat Susah Payah Tekuk Alaves
Pada laga berikutnya, Bangkok United dijadwalkan menjamu wakil Vietnam, Nam Dinh, pada 17 Desember di True BG Stadium.
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja sendiri belakangan semakin meningkat, terutama di wilayah perbatasan kedua negara.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di level klub, tetapi juga pada ajang multievent regional.
Baca Juga: Bologna 0-1 Juventus: Juan Cabal Jelaskan Selebrasinya
Keikutsertaan Kamboja dalam SEA Games 2025 yang digelar di Thailand akhirnya dibatalkan.