SportlinkNews - Timnas U-22 Malaysia berhasil membawa pulang medali perunggu cabang sepak bola putra SEA Games 2025, sementara Timnas U-22 Indonesia harus menelan pil pahit usai tersingkir di fase grup.
Nasib kontras itu menjadi gambaran akhir perjalanan kedua tim di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.
Keberhasilan Malaysia mengamankan medali perunggu tidak lepas dari status mereka sebagai runner-up terbaik fase grup, posisi yang sejatinya juga diincar Indonesia.
Baca Juga: Persib Kehilangan Frans Putros di Dua Pertandingan, Bojan Hodak Tidak Khawatir
Namun, Garuda Muda kalah tipis dalam perhitungan produktivitas gol.
Malaysia mengoleksi tiga poin dengan torehan empat gol, sedangkan Indonesia juga mengantongi tiga poin tetapi hanya mencetak tiga gol.
Selisih satu gol itulah yang akhirnya menentukan jalan kedua tim.
Baca Juga: Kesatria Boyong Pemain Keturunan Amerika-Pantai Gading ke Solo untuk Musim 2026
Kegagalan lolos ke semifinal membuat Timnas U-22 Indonesia mencatatkan hasil terburuk sejak SEA Games 2009, sekaligus memicu evaluasi besar-besaran.
PSSI pun mengambil langkah tegas dengan memutus kerja sama dengan Indra Sjafri, yang saat itu menjabat sebagai pelatih kepala.
Sementara itu, Malaysia yang diasuh Nafuzi Zain melaju ke semifinal sebagai runner-up terbaik dari Grup B.
Baca Juga: Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool Demi Bermain di Afrika
Namun, langkah Harimau Muda terhenti di empat besar setelah kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Thailand.
Kekalahan tersebut memaksa Malaysia melakoni laga perebutan tempat ketiga.