SportlinkNews - FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada klub Brasil, Botafogo, dengan membekukan aktivitas transfer mereka selama tiga periode bursa.
Hukuman tersebut mulai berlaku efektif per 31 Desember 2025 dan langsung berdampak pada perencanaan skuad klub asal Rio de Janeiro itu.
Masalah ini berakar pada sengketa finansial lama yang belum tuntas. Botafogo dinilai belum melunasi kewajiban pembayaran dalam proses transfer gelandang Argentina, Thiago Almada, yang direkrut dari klub Major League Soccer (MLS), Atlanta United.
Baca Juga: Satria Muda Tanpa Mario Davidson di 2026
Klub asal Amerika Serikat itu kemudian membawa persoalan tersebut ke FIFA setelah mengklaim adanya tunggakan senilai sekitar 21 juta dolar AS.
FIFA pun memasukkan nama Botafogo ke dalam daftar larangan pendaftaran pemain, sebuah mekanisme yang kerap digunakan badan sepak bola dunia itu untuk menekan klub agar menyelesaikan kewajiban finansialnya.
Selama sanksi berlaku, Botafogo tidak diizinkan mendaftarkan pemain baru, baik di level domestik maupun internasional.
Baca Juga: HUT ke-500 DKI Jakarta, Persija Bakal Beruji Coba Lawan Hertha Berlin dan Klub Belanda
Ironisnya, Almada justru sempat menjadi bagian penting dari fase sukses Botafogo. Pemain berusia 24 tahun itu ikut berperan dalam keberhasilan klub meraih gelar juara domestik Brasil serta Copa Libertadores.
Namun, kariernya bersama Botafogo berlangsung singkat. Pada Januari 2025, ia dipinjamkan ke Olympique Lyon, sebelum akhirnya dilepas secara permanen ke Atletico Madrid pada Juli tahun yang sama.
Manajemen Botafogo mengakui adanya komunikasi dengan Atlanta United untuk mencari jalan keluar. Klub menyebut negosiasi sempat melambat karena periode liburan, namun diyakini akan kembali berjalan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Fernando Alonso Dapat Kiriman Natal SUV Bertenaga Besar Seharga Rp4,7 Miliar
Botafogo berharap persoalan ini dapat diselesaikan sebelum atau pada awal jendela transfer Januari agar sanksi tidak berlarut-larut.
Kasus ini juga kembali menyeret nama John Textor, pengusaha asal Amerika Serikat yang mengakuisisi Botafogo pada 2022. Melalui Eagle Football Holdings, Textor memiliki sejumlah klub di Eropa dan Amerika Selatan, termasuk Lyon.
Jaringan kepemilikan multi-klub tersebut sebelumnya sudah menuai sorotan, terutama setelah Crystal Palace, yang sempat memiliki keterkaitan kepemilikan, harus turun kasta dari Liga Europa ke Liga Konferensi Europa.
Baca Juga: Kevin Diks Kenang 2025 Penuh Momen Berkesan Bersama Timnas Indonesia Hingga Keluarga
Sementara Lyon tetap mempertahankan hak tampil di kompetisi Eropa karena posisi liga domestik yang lebih baik, Botafogo kini harus menghadapi tekanan serius di luar lapangan.
Penyelesaian sengketa dengan Atlanta United menjadi kunci utama jika klub ingin segera keluar dari jerat sanksi FIFA dan kembali leluasa bergerak di bursa transfer.