SportlinkNews - Status tanpa gelar ASEAN Championship (Piala AFF) justru dinilai Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman sebagai modal positif dirinya sebagai nahkoda anyar.
Justru ia menilai, ini kesempatan bagus untuk Garuda untuk menciptakan sejarah baru.
"Fakta bahwa Indonesia belum pernah memenangkan turnamen ini justru menjadi hal yang baik bagi saya (pelatih baru)," kata Herdman.
Baca Juga: Bawa Dewa United Bangkit Melawan Hangtuah, Rio Disi Masuk dalam 1.000 Points Club
"Karena hal terakhir yang Anda inginkan adalah datang sebagai pelatih yang sudah menang enam kali berturut-turut dan dituntut meraih gelar ketujuh tekanannya akan lebih besar," ujarnya lagi usai undian di MNC Tower, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Meski begitu, pelatih asal Inggris itu menilai bahwa ini adalah tantangan terbesar sekaligus motivasi utama. Untuk membawa Indonesia menorehkan prestasi pertama bersama para pemain dan suporter.
Ia menilai, kesempatan tersebut terbuka lebar dengan komposisi grup yang ada saat ini.
Baca Juga: Inter 1-0 Lecce: Esposito Memastikan Gelar Juara Musim Dingin
"Melakukannya untuk pertama kali, membuat sejarah bersama para penggemar dan para pemain, itulah pola pikir yang ingin kami bawa ke turnamen ini. Saya melihat ini sebagai peluang nyata dengan grup yang kami miliki," katanya.
Meski demikian, Herdman mengingatkan bahwa persaingan di ASEAN Championship tidak akan mudah. Ia menilai semua tim memiliki potensi yang relatif seimbang, terutama karena turnamen tidak berlangsung pada jeda internasional FIFA.
"Setiap tim dan setiap grup akan menjadi lawan yang tangguh. Tidak ada FIFA window, jadi kehadiran pemain-pemain dari Serie A atau Bundesliga tidak akan menjadi faktor utama. Ini akan menjadi level permainan yang setara," jelasnya.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Tidak Mau Terlena, Jaga Konsistensi di Super League dengan Terus Berlatih Intensif
Dalam situasi tersebut, Herdman menegaskan bahwa faktor mentalitas dan kebanggaan membela negara akan sangat menentukan.
"Biasanya, tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negaranya dan berani mengambil kesempatan untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi Hyundai Cup," tegasnya.
Terkait pertemuan dengan Vietnam selaku juara bertahan, Herdman justru menyambutnya dengan antusias. Ia menilai laga melawan tim terkuat kawasan menjadi ujian ideal bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Baca Juga: Renata Zarazua Bagikan Foto Tanpa Busana Setelah Menderita Sengatan Matahari
"Cemerlang, luar biasa. Kami memang harus diuji," ucap Herdman. Ia menyinggung pengalaman para pemain yang telah melewati laga-laga berat, termasuk di kualifikasi Piala Dunia.
"Mereka sudah merasakan kekecewaan, penderitaan, dan pembelajaran. Semua itu akan kami terapkan saat menghadapi sang juara."
Herdman juga tak menampik bahwa Indonesia akan berstatus sebagai tim non-unggulan saat menghadapi Vietnam. Namun, kondisi tersebut justru dinilainya sebagai sesuatu yang menarik.
Baca Juga: Arsenal Menang di Stamford Bridge, Mikel Arteta Puji Penampilan Chelsea yang Bermain Bagus
"Masuk ke pertandingan melawan juara bertahan sebagai underdog adalah situasi yang akan dinikmati pemain dan para penggemar. Ini momen besar, dan kami siap menghadapinya," pungkasnya.