SportlinkNews - Peringkat kompetisi klub di Asia yang dirilis oleh AFC per 23 Februari 2026 menunjukkan kabar menggembirakan bagi sepak bola Indonesia.
Dalam daftar terbaru, Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dari posisi ke-25 menjadi posisi ke-18, atau peringkat kesembilan di Wilayah Timur, setelah mengumpulkan total 26.299 poin.
Lonjakan ini tak lepas dari performa impresif wakil Indonesia di turnamen antarklub Asia. Persib Bandung dan Dewa United FC sama-sama menunjukkan dominasi di fase grup, masing-masing pada ACL Two 2025-2026 dan ACGL 2025-2026.
Baca Juga: Timnas Futsal Putri di Ujung Tanduk usai Imbang 4-4 Lawan Malaysia di Piala AFF 2026
"Bagi Indonesia, performa gemilang Persib Bandung dan Dewa United FC yang sama-sama memuncaki klasemen pada fase grup ACL Two dan ACGL memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan posisi mereka di peringkat," tulis AFC, dalam rilis resmi.
Persib Bandung baru terhenti di babak 16 besar, sementara Dewa United masih melanjutkan perjuangan mereka di perempat final menghadapi Manila Digger, dengan pertandingan berlangsung 5 dan 12 Maret mendatang.
Hasil positif ini juga membawa konsekuensi langsung bagi kuota klub Indonesia pada ACL Two 2027-2028. Indonesia kini berhak menempatkan dua wakil, dengan satu tim lolos langsung ke fase grup dan satu tim lainnya melalui play-off.
Baca Juga: adidas SS26 Papua: Rayakan Kekayaan Budaya Timur Indonesia
AFC menyoroti bahwa performa stabil dan kemenangan beruntun klub Indonesia menjadi faktor utama dalam kenaikan peringkat ini.
Keberhasilan tersebut semakin menegaskan bahwa sepak bola domestik Indonesia tengah mengalami fase positif di panggung Asia, memberikan peluang lebih besar bagi klub untuk bersaing di level kontinental pada musim-musim berikutnya.
Secara keseluruhan, dari 24 asosiasi anggota AFC, setengah mengalami kenaikan peringkat, sementara sisanya turun.
Baca Juga: Tidur Berkualitas Kunci Performa Atlet Selama Ramadan
Arab Saudi masih memimpin klasemen dengan total 122.195 poin, disusul Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab, sementara Iran menggeser Qatar ke posisi keenam.
Di sisi lain, India menjadi asosiasi dengan penurunan terbesar, turun enam peringkat dari posisi 18 menjadi 24.