SportlinkNews - Paris Saint-Germain (PSG) bersiap melakoni misi krusial saat bertandang pada leg kedua Liga Champions 2025/26. Les Parisiens melawat ke markas Chelsea di Stadion Stamford Bridge Rabu (18/3) dini hari WIB.
Raksasa Prancis ini sebenarnya datang dengan modal yang sangat meyakinkan. Status sebagai juara bertahan membuat posisi PSG kian diunggulkan untuk melaju jauh dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa musim ini.
Banyak pengamat menilai satu kaki PSG sudah berada di babak perempat final. Hal ini merujuk pada hasil impresif kemenangan 5-2 yang dipetik saat menjamu Chelsea pada leg pertama lalu.
Baca Juga: IBL All Star 2026 Usung Konsep Baru, Kapten Tim Dipilih Fans
Meski memiliki tabungan tiga gol, pelatih PSG, Luis Enrique menegaskan anak asuhnya pantang untuk bersikap jemawa. Ia menuntut konsentrasi penuh dari seluruh pemain untuk menjaga martabat klub di tanah London.
Juru taktik asal Spanyol tersebut tidak ingin pasukannya kehilangan determinasi hanya karena merasa sudah unggul secara agregat. Baginya, setiap pertandingan di fase gugur memiliki atmosfer dan tekanan yang berbeda dari laga sebelumnya.
"Leg kedua selalu berbeda. Kami siap dan terbiasa memainkan pertandingan seperti ini, dan kami ingin tampil baik," kata Enrique dikutip ESPN.
Baca Juga: Kembali ke Kelas Welterweight, Conor Benn Ungkap Transformasi Tubuh yang Dramatis
Walaupun memiliki keunggulan skor yang cukup mencolok, Enrique secara tegas menyatakan PSG belum mendapatkan jaminan tiket di fase delapan besar. Segala kemungkinan masih bisa terjadi di atas lapangan hijau nanti.
Enrique sangat menyadari Chelsea memiliki motivasi besar untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri. Oleh karena itu, disiplin taktik menjadi harga mati yang harus dipatuhi oleh seluruh penggawa PSG tanpa terkecuali.
"Dalam pertandingan seperti ini Anda tidak boleh lengah," ucap mantan juru formasi Barcelona tersebut.
Baca Juga: Sneaker Langka Kembali, Nike Air Foamposite Tianjin 2.0 Rilis Mei
Sebagai referensi, Enrique secara terbuka mencontohkan pengalaman pahit yang menimpa timnya pada musim lalu. Ia merujuk pada laga leg kedua perempat final Liga Champions saat harus berhadapan dengan Aston Villa.
Kala itu, posisi PSG juga sangat diuntungkan karena berhasil memenangi leg pertama dengan skor meyakinkan 3-1. Namun, kepercayaan diri yang berlebihan justru berbuah petaka saat mereka melakoni laga penentuan di pertemuan kedua.