SportlinkNews - Real Madrid kembali menegaskan statusnya sebagai raja Eropa setelah menyingkirkan Manchester City di babak 16 besar UEFA Champions League 2026.
Kemenangan 2-1 di Etihad Stadium pada leg kedua ini memastikan Los Blancos melaju dengan agregat meyakinkan 5-1.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak awal, dengan tuan rumah mencoba menekan demi mengejar defisit. Namun, solidnya lini belakang Madrid dan ketajaman serangan balik membuat upaya City kerap berujung buntu.
Baca Juga: Di Tengah Krisis Warriors, Steve Kerr Raih Kemenangan ke-600
Momen krusial terjadi saat kapten City, Bernardo Silva, harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah akibat pelanggaran handball di area penalti.
Keputusan itu semakin memperberat langkah tim asuhan Pep Guardiola yang tengah berupaya mengejar ketertinggalan agregat.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Vinicius Junior. Penyerang asal Brasil itu sukses mengeksekusi penalti dan kemudian menutup pertandingan dengan gol di masa tambahan waktu.
Baca Juga: Ricky Kambuaya Banjir Tawaran, Egy Maulana Masih Fokus di Dewa United
Penampilannya yang eksplosif sepanjang laga membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Meski sempat mendapat perlawanan sengit, termasuk gol penyeimbang dari Erling Haaland, City kesulitan menembus disiplin pertahanan Madrid.
Penampilan gemilang di bawah mistar, baik dari Thibaut Courtois maupun penggantinya, turut meredam peluang tuan rumah.
Baca Juga: Belajar dari Kritik 2022, AS Hadirkan Jersey Lebih Berkarakter di Piala Dunia FIFA 2026
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Madrid atas City dalam beberapa musim terakhir di Liga Champions. Bagi Vinicius, hasil ini menjadi momen spesial yang ia rayakan bersama para pendukung.
"Halo, Madridistas! Saya sangat senang dengan kemenangan malam ini. Kami berhasil lolos ke perempat final. Terima kasih atas dukungan kalian yang tak pernah berhenti, dan mari kita raih lebih banyak lagi. Hala Madrid!," katanya.
Vinicius Junior dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan ini.
Baca Juga: Blunder VAR Ganggu Persaingan Juara, Arsenal Untung Lagi
Kelompok Pengamat Teknis UEFA menilai ia selalu menjadi ancaman lewat pergerakannya di belakang lini pertahanan lawan.
Ia juga terlibat dalam sejumlah momen penting bagi tim, termasuk mengeksekusi penalti dan mencetak gol indah di masa tambahan waktu.