Selama tiga dekade berikutnya, AFC memiliki slot langsung tersendiri atau slot bersama sebagai bagian dari fase kualifikasi yang lebih besar bersama negara-negara dari Afrika dan Oseania.
Artinya, baru pada kualifikasi Piala Dunia Prancis 1998 wilayah ini kembali tampil dalam pertandingan play-off.
Pada kesempatan itu, Iran meraih kemenangan dramatis atas Australia, yang kelak menjadi sesama anggota AFC, dengan Graham Arnold (kini pelatih Irak) sebagai bagian dari skuat.
Baca Juga: Laporan Bernardo Silva Siap Tinggalkan Manchester City, Juventus dan Barcelona Bersaing
Ketika itu Team Melli lolos berkat aturan gol tandang setelah imbang 3-3 secara agregat.
Nasib berbalik empat tahun kemudian saat Iran gagal membalikkan kekalahan di leg pertama dan kalah 2-1 secara agregat dari Irlandia.
Bahrain mengalami kekecewaan beruntun setelah kalah tipis dari Trinidad dan Tobago, lalu Selandia Baru, masing-masing pada babak play-off tahun 2006 dan 2010.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League Pekan ke-26, Arema FC Vs Malut United FC Jadi Laga Pembuka
Setelah sebelumnya dipasangkan dengan negara-negara dari UEFA, Concacaf, dan kemudian OFC dalam tiga babak play-off sebelumnya, untuk Piala Dunia 2014 di Brasil, Asia harus menghadapi lawan dari CONMEBOL.
Tren kegagalan itu berlanjut di sana saat Uruguay mengalahkan Yordania dengan agregat 5-0.
Australia akhirnya berhasil menembus babak playoff untuk Piala Dunia Rusia 2018 dan Qatar 2022 (dengan Arnold sebagai pelatih).
Baca Juga: Ketika 90 Menit Tak Cukup: Statistik Dramatis Piala Dunia
The Socceroos meraih kemenangan agregat 3-1 atas Honduras pada putaran playoff pertama, sementara aksi heroik Andrew Redmayne yang gemilang dalam adu penalti membantu memastikan kemenangan lewat adu penalti atas Peru pada putaran playoff kedua.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)