SportlinkNews - Timnas Irak membawa misi besar untuk mengakhiri dahaga panjang tampil di panggung tertinggi sepak bola sejagat saat bersiap menghadapi Bolivia. Laga puncak play-off Piala Dunia 2026 ini menjadi kesempatan emas bagi skuad Singa Mesopotamia untuk kembali merasakan atmosfer putaran final setelah terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1986 di Meksiko.
Pelatih Irak, Graham Arnold, menegaskan timnya tidak akan membiarkan peluang sejarah ini lepas begitu saja. Meski harus menempuh perjalanan yang sangat menguras fisik menuju Monterrey akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, semangat juang para pemain diklaim tetap berada di level tertinggi.
Proses keberangkatan skuad Irak ke Meksiko harus terbagi menjadi dua kelompok karena penutupan jalur udara. Kelompok pemain yang berbasis di dalam negeri bahkan harus menempuh perjalanan darat selama sembilan jam dari Baghdad menuju Amman, sebelum melanjutkan penerbangan sewaan FIFA selama 16 jam dengan transit di Lisbon.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League Pekan ke-26, Arema FC Vs Malut United FC Jadi Laga Pembuka
Menyikapi tantangan nonteknis tersebut, Arnold fokus pada pemulihan kondisi fisik anak asuhnya agar tampil maksimal di Estadio BBVA. Baginya, persiapan yang matang di sisa waktu yang ada menjadi kunci utama sebelum bertempur di lapangan hijau.
"Hal terpenting adalah kami harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami harus memastikan persiapan kami sudah tepat dan para pemain dalam kondisi prima dan siap. Kemudian, barulah kami akan berjuang," kata Arnold sebagaimana dikutip dari situs resmi AFC.
Pelatih asal Australia ini pun memberikan instruksi tegas kepada para pemainnya untuk tidak sekadar bermain aman atau mengincar hasil imbang. Ia menjanjikan penampilan menyerang guna memastikan tiket putaran final jatuh ke tangan Irak.
Baca Juga: Bernardo Tavares Benahi Lini Pertahanan Persebaya Demi Hasil Maksimal di Sisa Musim
"Saya bisa katakan bahwa kami tidak datang hanya untuk menghindari kekalahan. Saat kami berada di lapangan, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan kami selama 95 atau 120 menit atau berapa pun lamanya untuk memenangkan pertandingan itu," ucapnya.
Pertandingan melawan Bolivia dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/4) pagi WIB. Pemenang dari laga krusial ini akan langsung mengamankan satu tempat terakhir untuk berlaga di Piala Dunia 2026 yang digelar Juni mendatang.
Sejarah mencatat pada keikutsertaan terakhir empat dekade lalu, Irak gagal meraih poin setelah tunduk dari Paraguai, Belgia, dan Meksiko. Kini, di bawah arahan Arnold, Irak berharap memori kegagalan masa lalu tersebut dapat ditebus dengan kemenangan manis di tanah yang sama.
Baca Juga: Media Asing Soroti Kegagalan Timnas Indonesia Melawan Bulgaria
Situasi konflik yang sempat menghambat perjalanan tim justru disebut-sebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk memberikan kebahagiaan bagi rakyat Irak. Fokus utama skuad saat ini adalah menjaga kebugaran setelah menempuh total perjalanan selama 25 jam.
Laga ini diprediksi berjalan dengan intensitas tinggi mengingat kedua tim sama-sama mengincar tiket terakhir menuju turnamen akbar tersebut. Arnold meyakini kemauan keras untuk menang akan menjadi pembeda dalam duel penentuan nanti.