SportlinkNews - Final Liga Champions antara Arsenal dan PSG di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi acara sepak bola terbesar tahun ini.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, pihak berwenang Hungaria menghadapi tantangan keamanan yang sangat sulit.
Menurut surat kabar Hungaria Blikk, kekhawatiran terbesar bagi penyelenggara adalah masuknya ribuan penggemar dari Inggris dan Prancis ke Budapest yang tidak memiliki tiket.
Baca Juga: PP PBSI Siapkan Program Strategis 2026, Fokus Pembinaan dan Penguatan Organisasi
Diperkirakan kelompok-kelompok ini akan berkumpul di area sekitar stadion atau membanjiri bar-bar di pusat kota untuk menonton pertandingan.
Kehadiran ribuan orang di ruang terbatas, ditambah dengan konsumsi alkohol, memicu konflik spontan.
Kekhawatiran tentang kekerasan sepenuhnya dapat dibenarkan, mengingat masa lalu "terkenal buruk" dari kedua kelompok penggemar tersebut.
Ultras PSG terkenal karena agresivitas mereka. Bahkan di semifinal tahun ini melawan Bayern Muenchen, mereka bentrok hebat dengan polisi di Paris dan menjarah toko-toko.
Baca Juga: PSG Latihan Gaya Rugby untuk Menghadapi Bola Mati Arsenal Menjelang Final Liga Champions
Pada tahun 2025, perayaan kemenangan PSG di Liga Champions berubah menjadi kerusuhan berdarah di seluruh Prancis, menyebabkan dua orang tewas, ratusan luka-luka, dan lebih dari 600 orang ditangkap.
Di sisi lain medan perang, penggemar Arsenal juga terkenal karena perkelahian di bar.
Selama pertandingan tandang baru-baru ini melawan Atletico Madrid, penggemar The Gunners tanpa tiket menyerang bus tim lawan dan melakukan perlawanan keras terhadap polisi, memaksa pihak berwenang untuk menggunakan gas air mata.
Baca Juga: Mikel Arteta Mencium Istrinya Lalu Menangis Saat Arsenal Mengangkat Trofi Liga Premier
"Selain masalah keamanan, infrastruktur Budapest juga menghadapi tantangan yang sangat besar," catat surat kabar Blikk.