SportlinkNews - Christian Eriksen pingsan saat pertandingan persahabatan Denmark melawan Ukraina. Diduga alat defibrillator internalnya menyelamatkan nyawanya.
Mantan pemain Tottenham dan Manchester United berusia 34 tahun itu meletakkan tangannya di dada sebelum jatuh saat kamera mengalihkan pandangannya.
Tim Denmark dan Ukraina, bersama dengan para penonton, terkejut ketika Christian Eriksen pingsan di lapangan selama pertandingan persahabatan, Senin 8 Juni 2026.
Baca Juga: Gagal Juara Indonesia Open 2026, Jonatan Christie Pilih Ambil Jeda
Pertandingan persahabatan antara Denmark dan Ukraina, harus dihentikan karena masalah kesehatan yang melibatkan Christian Eriksen.
Gelandang Denmark berusia 34 tahun itu pingsan di lapangan pada menit ke-65, menyebabkan kekhawatiran di antara anggota kedua tim serta puluhan ribu penonton di Odense (Denmark).
Staf medis segera bergegas menolong pemain Denmark itu sementara para pemain lain berkerumun di sekelilingnya dalam suasana ngeri.
Menurut rekaman televisi, Eriksen terlihat memegang dadanya dengan kedua tangan dalam situasi tanpa kontak.
Baca Juga: Diwarnai Red Flag, Kimi Antonelli Menangkan Duel Lawan Lewis Hamilton di GP Monaco
Pada gambar berikutnya, ia terbaring telentang di lapangan. Para pemain dari kedua tim menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran yang jelas. Staf pelatih Ukraina memberi isyarat kepada tim medis untuk masuk ke lapangan.
Asosiasi Sepak Bola Denmark dengan cepat memperbarui situasi di media sosial. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa Eriksen sadar dan baik-baik saja.
Sekitar 10 menit kemudian, dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memberikan informasi lebih lanjut. Ia mengatakan Eriksen baik-baik saja dan mampu berjalan keluar lapangan sendiri.
Baca Juga: AVC Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Takluk dari Kazakstan 0-3
“Christian baik-baik saja dan berjalan keluar lapangan sendiri. Dari pengamatan saya, defibrillator bekerja sesuai fungsinya. Ia sempat pingsan sesaat, tetapi segera sadar kembali. Kami juga dapat menghubunginya dengan segera,” kata Dr. Boesen.