SportlinkNews - Jordania akan menjalani momen paling bersejarah dalam perjalanan sepak bolanya saat tampil untuk pertama kali di putaran final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan menembus panggung terbesar sepak bola dunia menjadi puncak perkembangan pesat Al-Nashama dalam beberapa tahun terakhir.
Tim asal Timur Tengah tersebut memastikan tiket ke Amerika Utara setelah menempati peringkat kedua Grup B putaran ketiga kualifikasi zona Asia, di bawah Korea Selatan.
Kemenangan 3-0 atas Oman pada Juni 2025 menjadi penentu langkah bersejarah mereka menuju putaran final.
Baca Juga: Arema FC Lepas Dua Pemainnya Usai Kompetisi Super League 2025/26
Di balik keberhasilan itu, sosok pelatih asal Maroko, Jamal Sellami, menjadi figur sentral.
Ditunjuk pada Juni 2024, Sellami hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk membawa Yordania mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Prestasi tersebut membuat Raja Abdullah II menganugerahkan kewarganegaraan Yordania kepada Sellami pada Desember 2025. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasanya dalam mengangkat prestasi sepak bola negara tersebut.
Sellami bukan nama asing dalam sepak bola internasional. Mantan gelandang bertahan Timnas Maroko itu pernah tampil pada Piala Dunia 1998 di Prancis.
Baca Juga: Performa Moncer Malik Risaldi Perpanjang Kontrak Bersama Persebaya
Pengalaman tersebut kini menjadi modal berharga dalam membangun mental bertanding skuad Yordania.
Statistik selama kualifikasi menunjukkan efektivitas pendekatan tersebut. Jordania mencetak 32 gol, rekor terbanyak dalam sejarah mereka pada satu kampanye kualifikasi Piala Dunia.
Namun, penguasaan bola rata-rata mereka hanya sekitar 40 persen, memperlihatkan bahwa tim ini lebih nyaman menunggu dan menghukum lawan melalui serangan balik.
Keberhasilan itu turut memicu euforia besar di dalam negeri. Perayaan berlangsung selama berhari-hari di berbagai kota, termasuk ibu kota Amman.
Baca Juga: Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Bernardo Tavares: Saya Ingin Dia Bertahan
Bahkan pemerintah Jordania memberikan kelonggaran jam kerja bagi pegawai sektor publik agar dapat menyaksikan pertandingan tim nasional selama Piala Dunia.
Meski berstatus debutan, Jordania datang dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka finalis Piala Asia 2023 dan kembali menembus final Piala Arab 2025 sebelum akhirnya kalah tipis dari Maroko setelah perpanjangan waktu.
Sellami pun percaya sepak bola selalu membuka ruang bagi kejutan.
Ia mencontohkan kemenangan Aljazair atas Jerman Barat pada Piala Dunia 1982, Kamerun yang mengalahkan Argentina pada 1990, hingga Senegal yang menundukkan Prancis pada 2002.
Baca Juga: Konsisten Bina Pemain Muda Bertalenta Persija Jaga Jalur Regenerasi
"Hasil-hasil seperti itu memberi harapan dan membuat orang berani bermimpi. Kami juga berhak bermimpi dan berjuang untuk menjadi tim yang kuat," ujarnya.
Harapan Jordania akan banyak bertumpu kepada Mousa Al-Tamari. Pemain sayap berusia 28 tahun yang memperkuat klub Ligue 1 Prancis, Rennes, itu dijuluki "Messi Jordania" karena kemampuan dribel dan kreativitasnya di lapangan.
Musim lalu ia mencatatkan tujuh gol dan 11 assist di level klub serta menjadi salah satu motor utama serangan tim nasional.
Namun Jordania juga menghadapi tantangan besar. Penyerang andalan Yazan Al-Naimat yang mencetak delapan gol selama kualifikasi harus absen akibat cedera ligamen lutut. Kehilangannya menjadi pukulan bagi lini depan Al-Nashama.
Baca Juga: Sang Kapten Muhammad Toha Tinggalkan Persita Hijrah ke Brunei Darussalam
Sebagai pengganti, Sellami berharap Ali Olwan dapat mengisi kekosongan tersebut. Penyerang yang mencetak sembilan gol pada babak kualifikasi itu telah pulih dari cedera dan siap menjadi tumpuan baru di lini serang.
Pada Piala Dunia 2026, Jordania tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan juara bertahan Argentina.
Austria akan menjadi lawan pertama mereka, sebelum menghadapi Aljazair dan menutup fase grup melawan Argentina yang diperkuat Lionel Messi.
Di atas kertas, Jordania merupakan tim dengan peringkat terendah di grup tersebut. Namun pengalaman mencapai final Piala Asia serta keberhasilan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali membuat mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Baca Juga: Ronaldo Hanya Peringkat ke-4, Gaya Rambut David Mohawk Beckham Paling Jos
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Menanti Messi dan Mbappe Pecahkan Rekor
Tiga Pemain Cedera dalam Sehari, Ambyar Tampi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Pemain Jepang Terlibat Skandal Pelecehan Seksual
FIFA Ultimatum 60 Penggemar yang Menerima Tiket Gratis ke Piala Dunia
Media Italia Soroti Juventus yang Kepincut Alexander Sorloth, Atletico Madrid Tunggu Piala Dunia Kelar