SportlinkNews - Nama Ghana selalu menghadirkan kenangan tersendiri di panggung Piala Dunia. Bagi banyak pencinta sepak bola, Black Stars adalah simbol bagaimana tim Afrika mampu menantang dominasi kekuatan tradisional dunia.
Enam belas tahun lalu, mereka hampir mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia sebelum dihentikan Uruguay dalam salah satu laga paling dramatis yang pernah terjadi di turnamen tersebut.
Kini, Ghana kembali dengan ambisi serupa. Setelah dua edisi terakhir gagal melewati fase grup, Black Stars datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan menghidupkan kembali kejayaan masa lalu.
Mereka ingin membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga: Ze Gomes Dipercaya Meracik Skuat Madura United untuk Super League Musim 2026/27
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kelima Ghana setelah sebelumnya tampil pada edisi 2006, 2010, 2014, dan 2022.
Meski tidak lagi diperkuat generasi emas seperti era Asamoah Gyan, Sulley Muntari, atau Michael Essien, Ghana tetap memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bersaing di Amerika Utara.
Perjalanan mereka menuju putaran final terbilang meyakinkan. Black Stars tampil dominan di babak kualifikasi zona Afrika dengan meraih delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari 10 pertandingan.
Mereka menutup fase kualifikasi sebagai juara grup dan mengamankan tiket ke Piala Dunia dengan selisih enam poin dari para pesaingnya.
Baca Juga: Sampul Digital | Kylian Mbappe Sudah Memikirkan Momen Selanjutnya
Jordan Ayew menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan tersebut.
Penyerang senior yang kini menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak kedua dalam sejarah tim nasional Ghana itu tampil impresif dengan kontribusi tujuh gol dan tujuh assist sepanjang kualifikasi.
Meski berstatus pemain paling senior dalam skuad, Ayew tetap menjadi figur sentral di ruang ganti maupun di lapangan. Pengalaman yang dimilikinya diharapkan menjadi modal berharga saat Ghana menghadapi tekanan besar di putaran final.
Selain Ayew, Ghana masih memiliki sejumlah pemain yang berkiprah di level tertinggi Eropa.
Baca Juga: Sepatu yang Akan Dipamerkan Pemain Bintang di Piala Dunia 2026
Nama seperti Thomas Partey tetap menjadi jangkar utama di lini tengah. Gelandang berpengalaman itu berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus menjadi penghubung antara pertahanan dan lini serang.
Di sektor depan, perhatian besar tertuju kepada Antoine Semenyo. Penyerang yang kini memperkuat Manchester City tersebut datang ke Piala Dunia dengan reputasi yang terus meningkat.
Setelah mencetak 17 gol di Liga Inggris musim lalu dan meraih dua trofi pada musim pertamanya bersama City, Semenyo diproyeksikan menjadi sumber ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Ghana juga memiliki sejumlah pemain muda yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk Caleb Yirenkyi yang diprediksi menjadi salah satu wajah baru penting dalam skuad Black Stars.
Baca Juga: Memphis Depay Hanya Main 49 Menit dalam Dua Pertandingan Pemanasan Belanda
Namun, perjalanan Ghana menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Menjelang turnamen, mereka mengalami gejolak besar setelah Federasi Sepak Bola Ghana memutuskan berpisah dengan Otto Addo hanya beberapa bulan sebelum kompetisi dimulai.
Sebagai penggantinya, Ghana menunjuk pelatih asal Portugal, Carlos Queiroz. Keputusan tersebut menghadirkan pengalaman luar biasa ke dalam tim.
Queiroz pernah menangani Portugal, Iran, Mesir, Kolombia, Qatar, hingga Afrika Selatan, serta memiliki pengalaman memimpin tim di empat edisi Piala Dunia sebelumnya.
Baca Juga: Barcelona Masih Ragu, Muenchen Siap Tampung Rashford