SportlinkNews - FIFA mengambil langkah tegas dengan memastikan tetap membayar penuh seluruh honorarium milik wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Keputusan tersebut tetap berlaku meskipun sang pengadil lapangan dipastikan batal bertugas di Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Artan yang masuk dalam daftar resmi ofisial pertandingan turnamen akbar empat tahunan ini harus mengalami nasib nahas saat mendarat di Bandara Internasional Miami pada pekan lalu. Setelah terpaksa menjalani proses pemeriksaan ketat dan interogasi melelahkan selama 11 jam oleh petugas setempat, ia akhirnya dinyatakan tidak diizinkan menginjakkan kaki di negara tersebut.
Pihak keamanan perbatasan Amerika Serikat secara menolak keabsahan paspor diplomatik serta dokumen visa masuk tunggal yang dikantongi oleh Artan. Berdasarkan penjelasan yang diterima, pembatalan izin masuk itu didasari atas adanya dugaan kuat mengenai indikasi asosiasi dengan anggota yang dicurigai terkait organisasi teroris.
Baca Juga: Qatar Tahan Swiss 1-1, Gol Telat Boualem Khoukhi Jadi Penyelamat
Sepanjang jalannya proses interogasi yang melelahkan tersebut, fokus pertanyaan petugas tertuju pada kemungkinan adanya keterkaitan Artan dengan kelompok militan Al Shabab. Namun, pria berusia 34 tahun itu dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan sama sekali tidak mengetahui aktivitas dari organisasi radikal itu.
"Saya memiliki dokumen yang sah dan semuanya lengkap. Saya memiliki visa yang sah," kata Artan menerangkan status legalitas dokumen perjalanannya seperti dikutip dari Reuters.
Pascapolakan tersebut, otoritas keamanan bandara langsung memulangkan Artan ke kampung halamannya di Somalia dengan menggunakan jadwal penerbangan paling awal. Pihak FIFA kemudian bergerak cepat memberikan bantuan hukum serta pendampingan moral intensif kepada salah satu wasit terbaik di kawasan Afrika tersebut.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Bermain Imbang Lawan Maroko Vinicius Junior Selamatkan Muka Brasil
Menurut laporan dari BBC Sport, organisasi tertinggi sepak bola dunia itu berkomitmen penuh untuk tidak memotong sepeser pun hak keuangan yang seharusnya diterima Artan. Jaminan finansial ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab FIFA atas situasi kahar yang menimpa perangkat pertandingan mereka di luar lapangan hijau.
Artan secara terbuka mengaku merasa sangat hancur karena kesempatan emas untuk mengukir sejarah di panggung sepak bola terbesar di dunia menguap seketika. Meski diselimuti kekecewaan yang sangat mendalam, ia terlihat tetap berusaha keras untuk tegar dan menerima kenyataan pahit tersebut dengan lapang dada.
"Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia," ujarnya.
Baca Juga: Diktator! Neville Semprot FIFA Soal Kontroversial VAR Pertandingan Swiss vs Qatar
Sejauh ini FIFA memang belum merilis rincian nominal pasti mengenai besaran honorarium untuk korps baju hitam di Piala Dunia 2026. Kendati demikian, kebijakan khusus untuk tetap mencairkan hak milik Artan dinilai banyak pengamat sebagai bentuk pembelaan moral terhadap martabat sang pengadil.
Terlepas dari kontroversi penolakan visa tersebut, reputasi profesional Artan sebagai wasit elite di bawah naungan CAF tercatat sama sekali tidak goyang. Kualitas kepemimpinannya di lapangan hijau bahkan telah diakui lewat penghargaan prestisius sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika edisi 2025 lalu.