SportlinkNews - Pemerintah ibu kota Meksiko mengambil langkah drastis dengan memperketat sistem kendali massa menjelang bentrokan krusial di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kebijakan ini diterapkan demi menjamin keselamatan publik menjelang laga panas antara tim nasional Meksiko melawan Inggris di Estadio Azteca, Senin (6/7) pagi WIB.
Langkah preventif tersebut terpaksa diambil menyusul adanya insiden kelam yang menewaskan empat orang warga pada momen perayaan sebelumnya. Korban jiwa tersebut berjatuhan di tengah kepungan lautan manusia saat merayakan kelolosan dramatis El Tri dari fase grup usai menumbangkan Ekuador.
Guna mencegah eskalasi serupa, manajemen penanggulangan kota langsung merancang skema pembatasan ketat pada titik-titik keramaian suporter. Area nonton bersama yang tersebar di sudut kota akan diawasi secara ketat karena berpotensi memicu lonjakan jutaan massa.
Blokade berlapis dan perimeter keamanan ketat juga akan dibangun di sepanjang jalur protokol Avenida Reforma untuk menyaring pergerakan suporter. Kendati demikian, beberapa kawasan bersejarah tetap diizinkan menjadi pusat kegiatan dengan pengawasan kapasitas yang sangat ketat.
"Akses ke kawasan tersebut, termasuk Monumen Angel of Independence dan Alun-alun Zocalo, akan tetap dibuka untuk umum, tetapi jumlah pengunjung akan dibatasi setelah kapasitas maksimum tercapai," kata Wali Kota Mexico City, Clara Brugada dikutip dari Reuters.
Selain sterilisasi wilayah darat, rekayasa jalur logistik juga menyasar operasional moda transportasi massal seperti pemblokiran beberapa stasiun metro bawah tanah. Penutupan jalur perlintasan kendaraan roda dua dan empat ini sengaja diberlakukan guna memberikan ruang gerak yang aman bagi para pejalan kaki.
Baca Juga: Inter Milan Mulai Negosiasi dengan Union Saint-Gilloise untuk Datangkan Anan Khalaily
Ledakan euforia publik lokal memang terus membubung tinggi seiring langkah impresif tim nasional Meksiko di Piala Dunia 2026. Berdasarkan data berkala, sekitar satu juta orang dilaporkan sempat turun ke jalan raya pada guna merayakan kesuksesan El Tri melaju ke babak 16 besar.
Sayangnya, pesta besar tersebut harus dibayar mahal dengan catatan kelam di sektor keselamatan publik. Tiga orang suporter dilaporkan mengembuskan napas terakhir akibat mengalami gagal napas dan remukan fisik saat terjebak di pusaran massa yang berdesakan.
Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan kehilangan nyawa di instalasi gawat darurat setelah mengalami komplikasi medis pasca-insiden kerumunan tersebut. Rangkaian peristiwa memilukan ini langsung memicu respons dari otoritas tertinggi di tingkat pemerintahan federal.
Baca Juga: Daftar Tim dan Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
"Kita harus menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan, karena setiap kali terjadi pesta perayaan seperti ini dan disertai minuman keras yang berlebihan, berbagai masalah bisa muncul. Termasuk meningkatnya tindak kekerasan yang berkaitan dengan alkohol," ucap Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.
"Kita juga harus menghindari kawasan yang terlalu padat. Baik para pendukung maupun pemerintah sama-sama memiliki tanggung jawab untuk memastikan perayaan berlangsung dengan aman," Sheinbaum menambahkan.