internasional

FIFA Kehilangan Sikap Adil

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:58 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bermain politik praktis. (FIFA)

Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA, secara terbuka menyatakan: "Kartu merah tidak dapat dibatalkan hanya karena panggilan telepon dari kalangan politik," tegasnya.

Sepak bola tidak boleh menjadi arena perebutan kekuasaan politik. FIFA adalah organisasi independen, dia tidak boleh tunduk pada kepentingan politik tertentu. Apalagi jelas-jelas dipakai sebagai panggung politik.

Baca Juga: adidas Luncurkan TRIONDA FINAL, Bola Resmi Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026

Bukan hanya Presiden Persatuan Sepakbola Belgia, Jerman, dan Blatter, kecaman datang dari banyak pihak. Meski secara regulasi FIFA sangat mungkin tidak salah, tapi perlakuan istimewa untuk Amerika ini telah mencederai segalanya.

FIFA sejak dideklarasikan di Paris oleh Robert Guerin, 21 Mei 1904, dengan mengedepankan peraturan yang harus dipatuhi, ternyata telah dicedrai oleh Infantino.

Ya, hanya Infantinolah Presiden FIFA sering keluyuran ke tempat-tempat di mana oleh pendahulunya tabu untuk dilakukan. Infantino sangat sering bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara.

Baca Juga: Tekanan dari Presiden Trump, FIFA Tangguhkan Sanksi Pemain Amerika

Iya juga Presiden FIFA pertama yang menerima uang puluhan juta dolar Amerika untuk pembangunan sepak bola Palestina dari tangan Donald Trump.

Berkali-kali, ia juga menerima telpon dari Trump, salah satunya melahirkan ketidakadilan bagi seluruh anggota FIFA.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

 

Halaman:

Tags

Terkini

Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal

Selasa, 7 Juli 2026 | 10:31 WIB

Sudah Berakhir, Ronaldo Tak Bisa Melawan Takdir!

Selasa, 7 Juli 2026 | 08:51 WIB

FIFA Kehilangan Sikap Adil

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:58 WIB