internasional

Kegagalan di Piala Dunia 2026: KFA Disorot, Son Heung-min hingga Park Hang-seo Dipanggil Sidang Parlemen

Jumat, 10 Juli 2026 | 23:45 WIB
Wakil Presiden KFA yang juga mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo bersama para sejumlah tokoh penting sepak bola dipanggil Parlemen untuk evaluasi kegagagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

SportlinkNews - Gelombang evaluasi besar menyelimuti sepak bola Korea Selatan setelah kegagalan timnas mereka melewati fase grup Piala Dunia 2026.

Kritik publik yang terus menguat kini berujung pada langkah resmi parlemen, yang memanggil sejumlah tokoh penting sepak bola untuk dimintai penjelasan dalam sidang dengar pendapat mengenai tata kelola Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Dikutip dari vietnam.vn, Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional Korea Selatan menetapkan sidang tersebut akan berlangsung pada 22 Juli 2026. 

Baca Juga: Deretan Pembalap dan Mobil F1 Bakal Tebar Pesona di Goodwood Festival of Speed ​​2026

Agenda utamanya adalah mengulas berbagai aspek pengelolaan timnas.

Mulai dari proses penunjukan pelatih, sistem organisasi, hingga pertanggungjawaban pihak-pihak yang dinilai berkaitan dengan kegagalan Korea Selatan di ajang sepak bola terbesar dunia.

Salah satu nama yang masuk dalam daftar saksi adalah Park Hang-seo, mantan pelatih Timnas Vietnam yang kini menjabat Wakil Presiden KFA. Ia sebelumnya juga terlibat sebagai ketua delegasi timnas Korea Selatan selama Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Luke Vickery Gagal Debut di ASEAN Championship 2026, Ditahan Macarthur FC

Tak hanya jajaran pengurus, parlemen turut memanggil sejumlah figur ternama sepak bola Korea.

Ketua KFA Chung Mong-gyu, pelatih tim nasional Hong Myung-bo, kapten Son Heung-min, penyerang Hwang Hee-chan, hingga legenda sepak bola Korea Park Ji-sung dijadwalkan memberikan keterangan.

Pemanggilan Son Heung-min langsung memicu perdebatan di Korea Selatan. Sejumlah kalangan mempertanyakan alasan kapten tim nasional itu diminta hadir, mengingat ia bukan bagian dari pengambil keputusan di tubuh federasi.

Baca Juga: Pedro Acosta Dinyatakan Fit Ikut Balapan di Grand Prix Jerman

Media lokal Sports Chosun menilai pemanggilan pemain yang masih aktif berkarier di Eropa sebagai langkah yang kontroversial.

Mereka mempertanyakan relevansi kehadiran Son dalam sidang yang fokus membahas tata kelola federasi, bukan performa individu pemain. 

Ketua Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Lee Jae-jung, mengatakan sidang tersebut digelar untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di tubuh KFA secara objektif.

Baca Juga: Jelang Duel Spanyol vs Belgia, Romelu Lukaku: Kami Telah Mempersiapkan Diri dengan Baik

Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi reformasi guna memulihkan kepercayaan publik terhadap sepak bola Korea Selatan.

Pandangan serupa disampaikan anggota parlemen Lee Jeong-moon. Menurutnya, kegagalan tim nasional telah memicu kekecewaan besar di masyarakat sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan federasi.

Langkah Majelis Nasional ini dinilai sebagai tindakan yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola Korea Selatan.

Baca Juga: Xabi Alonso Memulai Perannya sebagai Pelatih Chelsea di Cobham

Besarnya tekanan publik membuat proses reformasi dianggap tidak lagi bisa ditunda setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Meski namanya tercantum sebagai saksi, peluang Park Hang-seo menghadiri sidang masih belum pasti.

Pelatih berusia 68 tahun itu telah bertolak ke Thailand untuk memulai tugas barunya bersama Kanchanaburi FC.

Halaman:

Tags

Terkini