Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Produktivitas Penyerang Spanyol Menuai Sorotan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:42 WIB
Selebrasi skuad Spanyol usai bobol gawang Arab Saudi di Piala Dunia 2026. (AFP)
Selebrasi skuad Spanyol usai bobol gawang Arab Saudi di Piala Dunia 2026. (AFP)

SportlinkNews - Ketajaman barisan penyerang Spanyol menuai kritik tajam di tengah keberhasilan menembus semifinal Piala Dunia 2026. Produktivitas sektor juru gedor skuad La Furia Roja dinilai masih minim kontribusi dan belum mampu memenuhi ekspektasi publik.

Kritik tersebut mencuat setelah Spanyol susah payah memetik kemenangan tipis 2-1 atas Belgia pada babak perempat final. Dalam laga sengit yang digelar di Los Angeles Stadium pada Sabtu (11/7) dini hari WIB, dua gol kemenangan La Furia Roja justru lahir dari kaki para pemain tengah.

Gelandang Fabian Ruiz dan Mikel Merino tampil sebagai penyelamat Spanyol melalui torehan gol mereka, sedangkan Belgia sempat membalas sekali melalui Charles De Ketelaere.

Baca Juga: Cerita Jurgen Klopp Membujuk Kylian Mbappe untuk Bergabung ke Liverpool

Secara akumulatif, Spanyol sebenarnya telah berhasil memproduksi total 11 gol dari enam pertandingan yang dilakoni sepanjang turnamen bergulir. Penyerang Mikel Oyarzabal sejauh ini tercatat menjadi pemain paling subur di dalam tim dengan sumbangan empat gol.

Kendati demikian, sorotan tajam justru mengarah pada performa penyerang sayap Lamine Yamal yang memiliki nama besar di panggung global. Ia dinilai belum tampil optimal karena baru bisa menyumbangkan satu gol untuk Spanyol hingga babak perempat final usai.

Fakta tiga gol terakhir Spanyol dalam dua laga krusial diborong oleh sektor gelandang memperkuat sinyal adanya masalah di lini depan. Kondisi tersebut memicu mantan bek La Furia Roja, Cesar Azpilicueta untuk melontarkan kritik terbuka mengenai efektivitas serangan balik negaranya.

Baca Juga: Harry Kane Puji Erling Haaland: Kemampuannya Mencetak Gol Berada di Level Tertinggi

"Saya rasa kita belum melihat performa terbaik dari para pemain menyerang dalam hal kelancaran bermain dan pengambilan keputusan yang tepat," kata Azpilicueta seperti dikutip dari BBC.

Walaupun menyoroti kelemahan lini serang, Azpilicueta mengaku tetap optimistis melihat solidnya organisasi permainan yang diterapkan Spanyol saat ini. Keseimbangan antarlini serta kemampuan transisi dari menyerang ke bertahan dinilai menjadi modal krusial yang menyelamatkan wajah tim dari kekalahan memalukan.

"Apa yang membuat saya percaya diri adalah Spanyol mengendalikan permainan dan merebut kembali bola dengan cukup cepat. Anda tidak melihat mereka dalam situasi kehilangan arah dan tidak tahu harus berbuat apa pada momen apa pun," ucapnya.

Baca Juga: Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Lamine Yamal Lakukan Psywar ke Kubu Prancis

Spanyol dipastikan menantang lawan berat Prancis pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan hidup mati sesama wakil Benua Eropa tersebut rencananya diselenggarakan di Dallas Stadium pada 15 Juli 2026 mendatang.

Pertemuan kontra Les Bleus diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi ketahanan mental dan ketajaman strategi menyerang yang dimiliki armada Spanyol. Lini depan Spanyol kini dituntut wajib tampil jauh lebih klinis dan kreatif jika ingin menembus rapatnya barisan pertahanan skuad Prancis.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Argentina Lolos dari Sanksi FIFA

Jumat, 10 Juli 2026 | 10:35 WIB
X