SportlinkNews - Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni menegaskan sama sekali tidak heran dengan ketahanan fisik luar biasa yang ditunjukkan oleh Lionel Messi. Penyerang yang kini telah menginjak usia 39 tahun tersebut terbukti masih mampu tampil memukau di panggung Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol.
Melihat kondisi kebugaran Messi yang tetap prima, Scaloni memastikan satu tempat utama dalam laga krusial mendatang. La Pulga bakal turun sejak menit pertama saat Argentina bersiap menghadapi Swiss di babak perempat final.
Pertandingan perebutan tiket semifinal tersebut dijadwalkan berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat. Laga tersebut akan disiarkan pada Minggu (12/7) pagi WIB.
Baca Juga: Cerita Jurgen Klopp Membujuk Kylian Mbappe untuk Bergabung ke Liverpool
Scaloni menilai stabilitas fisik Messi yang mengagumkan saat ini merupakan buah manis dari kedisiplinan yang dilakukannya. Pola latihan terukur yang dijalani pemain Inter Miamai tersebut bersama pelatih kebugaran khusus sebelum turnamen dimulai menjadi kunci utama di balik performa impresifnya.
"Leo berlari kurang lebih sama di setiap pertandingan. Secara fisik, memang benar ia telah melakukan persiapan dengan pelatih kebugarannya dan itu membuahkan hasil," kata Scaloni, dikutip dari NDTV.
Selain faktor kebugaran yang luar biasa, aspek lain yang membuat Scaloni sangat puas adalah dedikasi tinggi Messi di setiap laga. Komitmen total yang ditunjukkan eks Barcelona tersebut di atas lapangan terbukti memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi stabilitas permainan Argentina.
Baca Juga: Harry Kane Puji Erling Haaland: Kemampuannya Mencetak Gol Berada di Level Tertinggi
"Yang jelas dia memberikan semua yang dimiliki. Ketika dia memberikan semuanya dan mereka bahwa dia dapat menciptakan bahaya, dia seperti mesin," ucapnya.
Sejak awal masa persiapan, Scaloni memang sudah menaruh keyakinan penuh bahwa Messi tetap akan menjadi pilar pembeda yang sangat signifikan bagi tim. Keraguan tersebut sempat muncul dari berbagai kalangan mengingat usianya yang sudah tidak lagi berada di masa keemasan pesepak bola.
"Mungkin orang-orang yang tidak mengenalnya mengira bahwa di usia 39 tahun, dia tidak akan berada di level ini, tetapi saya tidak tahu sudah berapa kali saya mengatakannya: selama dia mau, dia akan jadi yang terbaik," ujarnya.
Baca Juga: Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Lamine Yamal Lakukan Psywar ke Kubu Prancis
Saat ini, fokus utama Scaloni adalah merumuskan strategi paling efektif demi meredam agresivitas permainan kolektif yang diperagakan oleh Timnas Swiss. Langkah tersebut karena Granit Xhaka dan kawan-kawan telah membuktikan diri sebagai salah satu kontestan paling konsisten sepanjang turnamen akbar ini berlangsung.
"Mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka bersaing dengan tim nasional terbaik dan selalu berhasil," ungkapnya.