SportlinkNews - Kiprah Belgia di Piala Dunia 2026 terhenti setelah menderita kekalahan tipis 1-2 dari Spanyol pada babak perempat final. Seusai laga, pelatih Rudi Garcia menyatakan kegagalan timnya melaju lebih jauh disebabkan oleh faktor hilangnya dewi fortuna.
Bentrokan sengit dua kekuatan sepak bola Benua Biru tersebut berlangsung ketat sejak menit pertama, Sabtu (11/7) dini hari WIB. Belgia dan Spanyol sempat menyajikan permainan terbuka dengan saling serang yang membuat papan skor tetap bertahan imbang tanpa gol hingga menit ke-29.
Kebuntuan permainan akhirnya pecah setelah gelandang Spanyol Fabian Ruiz sukses menyarangkan bola ke dalam gawang Belgia guna membuka keunggulan La Furia Roja. Respons cepat langsung diperlihatkan oleh barisan depan Belgia guna mengejar ketertinggalan.
Baca Juga: Cerita Jurgen Klopp Membujuk Kylian Mbappe untuk Bergabung ke Liverpool
Hanya berselang 11 menit kemudian, Belgia berhasil mencetak gol balasan yang menyamakan kedudukan melalui aksi penyelesaian akhir penyerang Charles de Ketelaere. Di tengah pertarungan yang sengit, keputusan pelatih Spanyol memasukkan Mikel Merino dari bangku cadangan terbukti menjadi kartu as yang menjadi pembeda hasil akhir.
Gelandang asal klub Arsenal tersebut hanya membutuhkan waktu dua menit di lapangan untuk mencetak gol penentu kemenangan Spanyol saat laga menyisakan tiga menit waktu normal. "Tadi itu sangat sederhana, bahwa kami bisa merasa bangga dengan kiprah di Piala Dunia, bahwa kami belajar, kami belajar melalui kekalahan," kata Garcia dikutip ESPN.
"Saya pikir kami tidak punya alasan untuk merasa malu. Saya pikir kami tadi sangat menyulitkan Spanyol," Garcia menambahkan.
Baca Juga: Harry Kane Puji Erling Haaland: Kemampuannya Mencetak Gol Berada di Level Tertinggi
Garcia mengungkapkan stabilitas timnya goyah akibat serangkaian insiden medis, termasuk cederanya kapten Youri Tielemans saat sesi pemanasan sebelum laga dimulai. Kondisi itu diperparah dengan cederanya penjaga gawang utama Thibaut Courtois di tengah jalannya permainan yang memaksa tim melakukan pergantian tak terencana.
"Sayang sekali, keberuntungan tidak ada di pihak kami pada malam ini. Kami kehilangan kiper kami. Kami kehilangan kapten kami. Kami harus mengganti De Bruyne, yang mana bukan rencana kami di akhir permainan," ucapnya.
"Kami masuk untuk menekan mereka. Kami memberi tekanan pada pemain-pemain kunci mereka. Dan jujur saja, para pemain tampil sesuai harapan," pria berkebangsaan Prancis tersebut menambahkan.
Baca Juga: Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Lamine Yamal Lakukan Psywar ke Kubu Prancis
Selain itu, Garcia mengapresiasi komitmen para Belgia. Ia menjamin seluruh anak asuhnya telah mengeksekusi seluruh instruksi strategi di lapangan hijau dengan sangat presisi.
"Mereka mengikuti arahan yang saya berikan. Mereka melakukan persis apa yang perlu mereka lakukan, tapi sekali lagi, kami membutuhkan keberuntungan, dan sayangnya, keberuntungan berpihak pada Spanyol dan bukan Belgia," ujarnya.