SportlinkNews - Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan kejutan lewat hasil di lapangan.
Di balik laju mereka hingga perempat final, tim berjuluk Lovene juga membawa kisah tentang tradisi, warisan keluarga, dan kebersamaan yang menjadikan mereka salah satu tim paling menarik perhatian sepanjang turnamen.
Sorotan pertama datang dari tribun penonton. Setiap kali Norwegia meraih kemenangan, ribuan suporternya tidak langsung bersorak seperti lazimnya.
Baca Juga: Thibaut Courtois Beri Dukungan Moral Penuh kepada Senne Lammens
Mereka justru serempak duduk, menggerakkan kedua tangan layaknya mendayung perahu sambil meneriakkan kata "Ro!" secara berulang.
Aksi yang kemudian dikenal sebagai "Viking Row" itu kini menjadi salah satu ikon baru Piala Dunia 2026.
Tradisi tersebut berawal dari gagasan seorang suporter, Ole Froystad. Ia terinspirasi dari budaya pendukung Rosenborg dan menghidupkannya kembali dalam bentuk yang merepresentasikan identitas bangsa Norwegia.
Baca Juga: Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Tutup Kiprah dengan 17 Gol dan 18 Assist
Dalam bahasa Norwegia, kata ro berarti mendayung, simbol yang erat dengan sejarah negeri para Viking.
Lebih dari sekadar selebrasi kemenangan, gerakan itu menggambarkan filosofi tentang perjalanan bersama.
Sebagaimana sebuah kapal hanya dapat melaju jika seluruh awak mendayung secara serempak, Norwegia percaya keberhasilan hanya lahir melalui kerja kolektif.
Baca Juga: Gelandang Jayden Adams Meninggal Mendadak, Afrika Selatan Berduka Usai Piala Dunia 2026
Pemandangan semakin berkesan karena para pemain selalu berlari ke tribun seusai pertandingan untuk ikut melakukan ritual tersebut bersama para pendukung.
Tak ada lagi batas antara pemain dan suporter. Mereka merayakan kemenangan sebagai satu kesatuan.
Namun kekuatan Norwegia tidak hanya lahir dari dukungan fanatik di tribun. Di ruang ganti, skuad asuhan mereka juga dipenuhi cerita lintas generasi.
Baca Juga: Jacksen Kantongi 20 Nama, Gelandang Dominasi Radar Timnas Putri U-16
Beberapa pemain inti ternyata merupakan putra dari mantan penggawa tim nasional yang pernah membawa Norwegia tampil di Piala Dunia 1994.
Nama paling mencolok tentu saja Erling Haaland. Sang bomber mengikuti jejak ayahnya, Alf-Inge Haaland, yang pernah memperkuat Norwegia di Amerika Serikat lebih dari tiga dekade silam.
Kisah serupa dimiliki Alexander Sorloth, putra mantan striker Goran Sorloth. Sementara Kristian Thorstvedt merupakan anak dari mantan kiper nasional Erik Thorstvedt.
Baca Juga: Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Produktivitas Penyerang Spanyol Menuai Sorotan
Ada pula cerita yang lebih unik melalui Patrick Berg.
Gelandang tersebut menjadi pemain pertama yang mewakili tiga generasi keluarganya di tim nasional Norwegia, setelah sang kakek Harald Berg dan ayahnya Orjan Berg lebih dahulu mengenakan seragam yang sama.